2% sebulan atau 20% setahun

Word cloud tags concept illustration of day trading glowing light effect

Saya pernah mendapatkan pertanyaan ini dulu sekali (pernah oleh orang yang saya angap mentor), dan entah saya juga pernah membaca di salah satu buku psikologi trader tapi saya lupa di buku yang mana dan bagian yang mana. Oke jadi maksud tujuan dari judul diatas bukan untuk membandingkan mana yang terbaik atau mana yang terburuk. Jangan salah paham dulu bahwa ini buat menentukan mana yang terbaik ya. Untuk lebih jelasnya silakan simak artikel dibawah ini.

Sebenarnya tidak ada yang benar atau salah pilihannya tetapi lebih kepada pemahaman perspektif kita terhadap profit. Secara kasat mata sebenarnya 2% terlihat menarik dan lebih masuk di otak kita, kenapa? Karena 2% per bulan di kali 12 = 24 % jadi tentunya lebih bagus 2 % ketimbang 20% setahun.

Beberapa kali saya iseng-iseng mencoba survey bagi yang baru trading dibawah satu tahun (bedakan dengan yang sudah pro) saya coba berikan pertanyaan 2% per bulan atau 20 % setahun. Serunya adalah dari 10 orang yang coba saya tanyakan 11 menjawab satu jawaban (yang terbaru adalah 12 orang dan hanya 1 yang menjawab 20% per tahun). Mereka menjawab 2% perbulan, alasannya adalah karena lebih mudah dicapai. Oh ya kenapa bisa 11 orang karena teman yang disampingnya juga ikut menjawab jadi walaupun tidak masuk hitungan sebenarnya (bukan survey ala style cak Lontong).

Sebelumnya saya berusaha mencari literature buku psikologi dimana dulu mentor saya pernah menggunakan cara ini pada saya. Akan tetapi sampai sekarang saya belum menemukannya dan kebetulan kemarin sore saya mulai mencoba berolahraga sore (on-on) bersama salah satu teman saya. Jadilah kami berbincang cukup serius dan saling berdiskusi bertukar pikiran.

Tentu saja topik kebanyakan trading, bagaimana situasi market, bagaimana susah dukanya trading, bagaimana cara mental kita menghadapi kerugian (artikel yang terpisah ya), dan terakhir adalah soal profit, mencapai target profit dan cara menghadapinya.

Nah di sela-sela topik ini saya iseng memberikan pertanyaan, mana yang dia pilih 2% sebulan atau 20% setahun. Disini dia menjawab 20% setahun dan saya kaget (campur senang juga sih) karena dia menjawab sepenuhnya berdasarkan pengalamannya, jadi penjelasan dibawah ini adalah murni dari apa yang dia sampaikan. Dan saya berterima kasih karena mau membagi pengalamannya yang sebenarnya sesuai dengan yang mau saya tulis di artikel ini (butuh waktu karena cari informasi terlebih dahulu).

Alasan dia (saya panggil pak B) adalah bahwa dia awalnya memilih target dalam jangka waktu bulanan, dan dia bilang malah tambah ngawur dan bukannya akun bertambah tetapi jadi malah berkurang. Dan setiap bulan dia menjadi stress karena ada target profit yang dia kejar, belum lagi kalau posisi nya malah loss, lebih stress lagi. Terakhir kalau sahamnya kena suspend karena kasus yang aneh-aneh, pak B juga malah menjadi tambah stress lagi.

disangkanya mau seperti grafik diatas ini, porto bertumbuh terus..
disangkanya mau seperti grafik diatas ini, porto bertumbuh terus..

Jadi maksud beliau adalah bahwa target dalam jangka pendek membuat beliau tidak nyaman karena begini, market itu tidak pasti, dia tidak mungkin dapat memberikan kepastian (kalau ada kepastian banyak yang sudah pasti kaya). Jadi kalau misalnya target 2% sebulan, kalau misal anda berhasil mendapatkan 2 % sebulan, maka di harapkan bulan berikutnya target berikutnya adalah 2% lagi, tetapi apabila bulan berikutnya kemudian ternyata anda minus – 4% maka dibulan berikutnya anda membutuhkan 6% (hitungan pastinya lebih dari 6%) untuk supaya dapat sesuai track anda. Silakan lihat di excel untuk dapat melihat lebih jelas. Kira-kira ini yang dialami kebanyakan di realita, dan ini ada yang saya alami sendiri.

Return- persenan

By the way busway, intermezzo dikit saya cantumkan bagaimana jika modal kita yang ada saat ini dan bagaimana anda sendiri harus benar-benar menghitung bagaimana caranya menjaga modal anda. Karena ketika modal anda tergerus 50% maka anda membutuhkan keuntungan 100% supaya anda bisa balik modal, mohon ini diperhatikan seksama.

Capital return

Oke lanjut lagi, Kok bisa banyak yang menjawab 2% per bulan kenapa tidak 20% setahun? Tanya pak B. Sebelum menjawab hal itu, hal terpenting yang harus dipahami terlebih dahulu adalah mindset per bulan dan per tahun ini. Yang saya tahu adalah dikarenakan masih banyaknya orang yang terlalu melihat dalam jangka waktu yang pendek. Sehingga otomatis membentuk mindset yang keliru dengan berasumsi bahwa hanya dalam waktu yang singkat bisa stabil mendapatkan sesuai yang diasumsikan maka lalu dikalikan ke jumlah yang diinginkan (biasanya dikalikan setahun).

Jadi kebanyakan melihat dengan pola pikir seperti cara baca grafik pokoknya naik aja. Dan seringkali saya katakan bahwa melihat sebuah strategi atau pola itu usahakan jangan terlalu pendek. Sambil berjalan dan berusaha untuk mengambil nafas, saya merenung dan terkilas balik mengenai di grup pada awal-awalnya lagi seru-serunya di aplikasi baru bernama telegram. Ada yang suka sekali pakai strategi yang satu, kemudian berikutnya 3 bulan berikutnya ganti strategi baru lagi (kalau masih baru saya anggap wajar, tetapi katanya cukup lama trading, entah lama menurut dia itu berapa lama).

Oke jadi kembali lagi menjawab pertanyaan pak B mengapa cara lihat orang kebanyakan seperti itu? Ada beberapa hal sebenarnya yang membuat mereka seperti demikian beberapa contoh adalah sebagai berikut :

  1. Berpikir bahwa ada cara instan. pola pikir mereka adalah mie aja ada yang instan kenapa tidak ada cara yang lebih instan dalam trading. cara singkat dan cepat untuk langsung terjun ke dalam trading. mie instan memang cepat tapi tentunya ada efek sampingnya.
  2. Berpikir ada cara yang lebih mudah. Dikarenakan sebenarnya banyak kemudahan jaman sekarang dibandingkan jaman dulu, sebagai contoh kalau dulu kita jarang sekali ada layanan antar tapi sekarang sudah ada layanan online jadi kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk membeli atau keluar untuk membeli barang, atau hal paling simple adalah saat ini sudah ada mesin cuci yang menjalankan program sehingga proses mencuci baju tidak perlu dilakukan lagi secara manual.

Hal ini memicu pemikiran bahwa kalau saya mau trading tapi saya tidak mau analisa bisa dunk, kan sudah ada mesin otomatis (robot kalau dari forex), bukan berarti robot itu jelek ya. Masalahnya mesin cuci hanya bekerja spesifik untuk mencuci baju bahkan saat ini mesin cuci juga masih belum mampu mencuci jenis kain tertentu artinya ada situasi tertentu yang harus kita lakukan sendiri. Jadi kalau anda butuh udara dingin dalam ruangan ya jangan beli mesin cuci, beda kebutuhan.

3. Berpikir trading dapat menjadi solusi keuangan. Yang ini terjadi ketika banyak yang berpikir atau melihat kok banyak yang dapat duit begitu mudahnya di saham, forex dan sebagainya. Bahkan di money game (artikel lain lagi ya) juga demikian, banyak yang mengira itu adalah solusi keuangan bagi mereka.

Lalu apa solusinya? Mudah sekali, pertama adalah bahwa berpikir bahwa semua itu tidak ada yang instan, mie instan pun butuh 3 menit supaya jadi. Artinya ada proses yang harus kita jalani dan lewati terlebih dahulu. Kalau anda butuh cara singkat atau cepat, anda biasanya akan kehilangan atau tidak menjalani proses yang lebih lengkap, sebagai contoh mau cara cepat untuk langsung trading, jadi para trainer akan berbondong-bondong memberikan cara atau iklan yang memuat strategi yang mudah sekali dilakukan dan bahkan hanya 1-2 hari anda sudah bisa langsung trading dan dalam sebulan langsung mendapatkan hasil (entah bulan berikutnya seperti apa), kalau Cuma sebulan saja lalu 11 bulan berikutnya seperti apa? Tanya ke siapa?

Kedua, berpikir bahwa memang tidak mudah untuk trading tetapi bukan berarti sulit kan. Sebagai contoh adalah anak kecil ketika baru mulai berdiri dan mau mulai jalan, bagi dia itu tidak mudah bahkan sulit. Tapi apakah kita langsung bilang “sudah nak ga usah jalan, tiduran aja ini susah buat kamu, ini yang mudah duduk di babywalker aja”. Apakah demikian? Ya gila itu menurut saya, kita tentunya akan menyemangati, memberikan pujian dan merasa bangga kalau anak kita mampu melakukannya bahkan kita cenderung akan mendorong dia melakukan lagi dan lagi, tujuannya apa? Supaya dia bisa berdiri dan berjalan.

Nah untuk menyemangati ini ya anda perlu teman seperjuangan atau yang lebih senior yang sudah lama disini yang menyemangati anda, memberi anda semangat ketika anda sedang down atau rugi, memberikan sudut pandang dan cara pikir yang berbeda, anda bisa mencari lewat forum atau mencari mentor yang setelah anda survey dapat membantu perkembangan diri anda sendiri (supaya bisa berdiri dan berjalan sendiri). Konsekuensinya tentunya akan ada teman yang bukannya mendorong ke atas tapi mendorong anda makin jatuh, kalau rugi diketawain, di mampus2in, bahkan walaupun mungkin bercanda tetapi malah membuat anda semakin rendah diri. Atau bisa juga orang yang anda anggap senior bersikap demikian. Sehingga yang perlu anda lakukan adalah cari yang dapat mendukung anda untuk maju dan berkembang ketimbang menjatuhkan anda. Ingat bukan cari ribut, kita cari profit.

Ketiga, trading sebagai solusi keuangan. Maksudnya adalah anda mau menggunakan profesi trading ini sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan. Bukannya tidak bisa, tetapi saya mengambil sudut pandang dari sisi pengusaha, awalnya mau jadi pengusaha biasanya bukan untuk mendapatkan uang, biasanya adalah ingin mendapatkan kebebasan, terbebas dari waktu kerja yang mengekang (karena kalau anda butuh duit, jadi karyawan pun juga bisa mendapatkan gaji besar). Anda membutuhkan kebebasan untuk melakukan apa yang ingin anda lakukan dan bukan dikekang kewajiban.

Waktu memulai tentunya semua perlu perencanaan yang matang, misal mau kuliner (pemilik forum bei5000.com pernah mengalaminya), tentunya anda survey terlebih dahulu lokasi, ijin lalu tempatnya, kemudian mempersiapkan alat-alat untuk kegiatan usaha tersebut. Kemudian anda harus mempersiapkan karyawan mulai dari koki hingga pelayan, lalu mempersiapkan system kasir. Setelah itu apakah anda tinggal pergi dan membiarkannya berjalan? Ya jelas tidak, anda harus kontrol bukan? kontrol bisa anda lakukan setiap hari atau minggu di awal-awal usaha karena anda perlu tahu situasi dan kondisi dilapangan. Akan tetapi semakin berjalannya waktu anda tentunya mulai mempercayakan kepada system dan karyawan anda untuk menjalankan usaha tersebut, sama halnya dengan trading, anda butuh waktu untuk mengenal situasi dan kondisi dilapangan tetapi dengan berjalannya waktu anda tidak perlu setiap waktu memandangi terus menerus (kecuali anda punya waktu untuk demikian).

Jika berjalan dengan lancar dan baik maka anda mempunyai potensi penghasilan tambahan untuk dapat membiayai biaya hidup anda (tentunya asumsi bahwa anda masih punya penghasilan lainnya). Tetapi biasanya tentunya sebelum membiayai biaya hidup, pendapatan dari usaha anda ini tentunya sebaiknya dicadangkan dulu untuk mengembalikan modal anda, istilah kerennnya adalah ROI (return on investment). Sebagai contoh kalau anda mendapatkan pendapatan bersih dari usaha anda per bulan 2 juta rupiah (bersih) dan anda menanamkan modal anda sebesar 100 juta, maka 2 juta dibagi 100 juta hasilnya 2%, sehingga ROI anda 2% per bulan.

Nah apakah bulan depan anda bisa mendapatkan 2% per bulan lagi? Belum tentu kan, tergantung situasi dan kondisi restoran kita kan. Bisa saja diatas 2% tapi bisa saja mungkin malah harus nombok dan kita Cuma bisa melakukan perbaikan yang bisa kita lakukan (perbaikan menu, pelayanan atau promo) tetapi kita tidak bisa mengatur yang terjadi diluar dari kendali kita (bencana alam, gempa bumi). Dan saya pikir di bidang bisnis lain juga sama demikian.

Jadi apabila trading dapat menjadi solusi keuangan anda, tentunya perlu proses dan tidak bisa langsung instan, semua perlu waktu, tenaga dan pikiran yang tidak sedikit. Ingat sulit itu bukan berarti tidak bisa, sulit itu karena belum tahu masalahnya dan cara mengatasinya.

Kembali ke gambar-gambar diatas, maka kesimpulannya adalah anda perhatikan bahwa usahakan melihat dengan garis besar terlebih dahulu ketimbang jangka pendek. Dengan demikian anda dapat mengetahui situasi yang terjadi pada portofolio anda sendiri. kalau anda mampu 2% per bulan ya silakan, ini bukan masalah impian, ini masalah realita, dan anda perlu cek benar-benar portofolio anda selama setahun apakah mampu membukukan keuntungan demikian.

Semoga bermanfaat.

About The Author

Related posts

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 20 = 22