Educate Yourself – my lesson

Youre-Best-Teacher-Is-Your-Last-Mistake

Mungkin saya telat menulisnya tetapi minggu kemarin banyak yang bingung, takut, khawatir, cemas hanya gara-gara saham dari sebuah grup besar turun sampai mau 50-an. Sebelum-sebelumnya euforianya berbeda, saham-sahamnya mencetak harga tertinggi setelah sebelumnya diam dibawah.

Saya tidak mau berkomentar apa-apa mengenai saham tersebut karena memang ada momentumnya seperti demikian tapi yang membuat saya terus menerus mengatakan bahwa belajar itu tidak ada habisnya adalah karena pertama saya juga termasuk salah satu ikut menikmati sekaligus menerima kerugian yang saya terima karena mengikuti momentum kebangkitan saham-saham gocap, hanya saja saya disiplin cut loss dan stop loss (sakit memang tapi mau gimana lagi).

Kedua adalah bahwa pentingnya Money Management sangat berguna disini, ketimbang hanya mengandalkan keberuntungan pemula, pengaturan keuangan sangat penting. Saya bersyukur karena akhirnya saya menjadi sadar kalau saya tidak gunakan “MM” maka habis lah modal saya, pelajaran yang saya tarik adalah untuk saham-saham momentum tidak bisa menggunakan strategi yang biasa saya gunakan, karena volatilitas yang tinggi dan besar, sehingga stop loss yang dipasang antara ketat sekali atau longgar sekali.

Ketiga, saham jenis seperti ini hampir dipastikan sulit di analisis dari sudut teknikal, karena data yang ada kan belum banyak, lagian tertidur cukup lama. Sehingga untuk strategi yang bisa dilakukan Cuma mengikuti momentum saja. kecuali buat pemegang posisi yang sanggup untuk tunggu lebih lama. Bagi saya pun sebenarnya seharusnya menggunakan “MM” ketat tapi tetap saja namanya serakah selalu akan mengalahkan akal sehat. Dan jadinya akhirnya walaupun tahu tetapi kenyataannya tetap saja pelajaran berharga buat saya.

Pelajaran ini membuat saya lebih disiplin dalam menggunakan “MM” dan strategi saya, saya anggap itu sebagai pelajaran berharga yang saya dapatkan di pasar, toh terbukti beberapa pilihan yang saya pilih membuahkan hasil cukup besar dengan dana yang minim, sedangkan malah yang momentum malah membuat saya rugi jauh lebih besar dari hasil yang saya dapatkan dengan strategi saya, malah ada yang disuspend yang membuat kerugian menjadi jauh lebih besar.

pelajaran lainnya adalah tidak ada hal lain yang harus disalahkan kecuali anda sendiri, ya walaupun sekarang sosial media sudah sangat maju dan canggih tetap saja ada orang-orang yang masih menginginkan instant results, jadilah mereka berharap bahwa ada yang bisa memberikan sinyal masuk dan keluar dan untuk kasus seperti saham-saham momentum ini, kenyataan pahit yang pernah saya temui dan diceritakan kembali adalah kecepatan eksekusi dalam masuk dan keluar sehingga tidak memungkinkan orang / si pemberi rekomendasi untuk bisa sambil ketik, sambil pula melakukan trading. jadi jeda tersebut sudah dipastikan dapat membuat banyak trader / spekulan untuk nyangkut.

mau diakui atau tidak toh kita masih suka membaca atau mendengar saham-saham tertentu yang sedang hot dibicarakan di forum atau media sosial, tanpa pertimbangan pun kita akan dengan gegabah untuk langsung ikut.

That is the cost that I had to accept.

semoga menginspirasi.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

84 − = 83