Educate yourself

Key

Menurut saya belajar itu proses, walaupun menurut sebagian belajar itu juga harus ada tujuannya. Banyak kejadian unik yang saya alami dan pelajari saya anggap sebagai bagian dari proses yang saya pelajari sebagai seorang manusia.

Bagi sebagian pihak, ada yang belajar karena ingin mendapatkan sesuatu, contoh belajar masak supaya dapat memasak, belajar mengemudi supaya bisa membawa mobil sendiri, belajar di sekolah atau kuliah supaya mendapatkan ilmu.

Ada juga yang sebenarnya tidak perlu kursus tetapi belajar sendiri dan bisa juga pada akhirnya,ya seperti memasak, mengemudi juga sebetulnya bisa belajar sendiri. Ya intinya semua bisa dipelajari.

kebetulan saya berdiskusi dengan salah satu member dari sebuah grup. Saya senang dengan cara pikir beliau yang berusaha belajar semua yang bisa dipelajari dan ini yang semestinya harus dilakukan oleh para pemula yang mau berkecimpung di pasar modal. Beliau sudah dari 2004 sebenarnya tetapi sempat berhenti dan mulai kembali dan di titik seperti ini beliau bersemangat untuk belajar memulai semuanya dari awal. Berikut sepenggal percakapan antara saya dan beliau.

chat

Buat saya hal ini sudah sangat bagus, berbeda dengan saya yang dulu yang sukanya cari sinyal jual beli. Cari cara cepat dan singkat untuk menjadi kaya (saya yakin pasti masih banyak yang demikian Cuma ga mau ngaku aja). Bahkan sampai saat ini pun di salah satu grup yang saya ikuti masih mencari sinyal jual beli.

Saya lebih menyarankan untuk mengedukasi diri sendiri terlebih dahulu karena diri sendiri yang akan menikmati semua profit dan menerima semua kerugian-nya. Sampai-sampai salah satu sahabat cukup keras menulis di chat mengatakan bahwa tidak ada yang kaya hanya dari modal dengar sana sini. Jadi kenapa tidak mengedukasi diri anda sendiri?

Mungkin saya bisa menebak dari sini pembaca mungkin bertanya kalau tidak ada modal gimana? Pertama, kalau ga ada modal ya jangan trading. usaha cari kerjaan, nabung, sambil isi kuota internet buat belajar hal-hal yang baru (internet kan bayar juga sebenarnya). Kalau modal kecil saya sarankan nanti dulu kalau mau trading, sebaiknya sih perkaya ilmu dulu coba mbah gugel, gratis atau tanya ke teman yang benar-benar paham.

Kedua, kalau punya modal kecil, maka edukasi lah diri anda terlebih dahulu. Sama saja seperti anda mau usaha bidang riil, misal kuliner maka anda perlu lokasi, menu, peralatan memasak. Seperti juga halnya dalam trading, sekarang sudah banyak sekuritas yang memudahkan kita untuk membeli dan menjual, akan tetapi tetap saja yang paling penting itu yang ada di atas leher anda (otak anda). saya selalu bilang urusan beli dan jual itu mudah sekali, anak kecil juga bisa. Yang paling sulit adalah alasan mengapa anda melakukan eksekusi tersebut, alasan kenapa beli dan alasan juga kenapa jual.

Kenapa harus mengedukasi diri sendiri? Karena sampai saat ini pun saya masih terus belajar, kenapa? Karena ada banyak hal baru dan berkembang terus, ilmu akan terus berkembang atau mungkin ada hal yang terlewatkan dari kita yang bisa kita dapatkan dari sumber lain. Dan menariknya ada yang bilang buat apa belajar terus, yang penting punya jurus jitu berarti sama sekali merasa dirinya paling hebat dan paling benar, orang macam ini selama pikirannya masih seperti itu maka tidak ada obat sama sekali, bagaimana bisa mengobati kan dia merasa tidak butuh, sudah hebat. Sangking hebatnya indikator seperti MA pun tahunya dia menghasilkan sinyal (sama sekali tidak tahu apa itu MA dan apa yang dihasilkan dari MA itu, tahunya Cuma menghasilkan sinyal, hebat kan??)

Memulai dari modal kecil pun juga harus dilihat juga, kalau terlalu kecil maka sebaiknya atur manajemen resiko dengan ketat. Itu kan hasil kerja keras anda, kalau anda spekulasikan langsung ke saham tertentu tanpa ada aturan yang jelas buat diri anda, kasihan andanya, apalagi kalau duitnya masih minta dari ortu atau warisan atau jaminan. Modal kecil itu berapa? Ya 1/20 atau 1/10 dari total asset lancar / kas anda, misal anda punya 1M maka 50-100 juta bisa dikatakan kecil.

Jadi modal besar, menengah atau kecil itu berdasarkan dari kemampuan anda, jadi bukan soal kapitalisasi pasar. Jadi semakin besar modal anda, semakin berhati-hati lah anda dalam mengelola modal anda sendiri ya… kalau anda hanya punya modal kas 100 juta dan anda menggunakan 50% dari modal anda, maka bisa dikategorikan modal menengah, semakin besar anda gunakan uang anda di pasar modal, semakin besar resiko yang harus anda tanggung. oleh karena itu berhati-hatilah, itu uang anda..

Oke kembali ke topik, ketika anda ingin memulai sesuatu maka edukasi dulu diri anda terlebih dahulu. Mungkin saja yang bilang seperti di atas tadi mungkin sudah terlalu sering kecewa dengan banyaknya trainer-trainer atau workshop-workshop diluaran. Padahal logika sederhana adalah cari yang sesuai dengan kebutuhan, tapi kalau kebutuhannya sinyal jual beli gimana dunk? Ya cari rekomendasi lah jangan cari workshop, jelas beda metode.

Ikut workshop nanti katanya dikasih indikator, dikasih tahu ilmunya, dikasih kail. Emang benar sih dikasi ilmunya, dikasih kailnya, tapi ilmu kan berkembang ya update terus dunk, kail juga ada banyak macamnya, sama juga android aja banyak versi upgradenya, elu dunk upgrade dirimu sendiri!!.. bukannya sekali ikut terus merasa semuanya tidak berguna. Saya yang dulu sudah pernah ikut begitu banyak pelatihan dan workshop pun merasa masih banyak ilmu yang masih harus dipelajari, dan emang sih ada yang ga bermutu tapi kalau menyama-ratakan semua tidak bagus seperti bilang kalau workshop tertentu yang bisa menjawab semua kondisi pasar, atau seperti bilang kalau nasi goreng yang paling enak ketimbang mie goreng (itu kan problem kita selama ini, mengkotakkan dan membanding-bandingkan) perasaan saya sih selama ini tidak ada itu 1 workshop works for all.

Kalau dirasa kemahalan atau belum mampu, ya baca lah situs gratis dulu (kecuali mbah gugel di blokir), ikut forumnya, coba praktek saja dulu dengan ilmu yang diberikan. Kalau berhasil ya sudah ga perlu larang orang mau ikut workshop atau pelatihan, biasanya yang bikin tergiur itu yang pernah saya alami adalah kalimat-kalimat marketing yang menggoda, memancing seperti profit sekian ratus persen dalam berapa jam.

Untuk hal-hal seperti itu coba abaikan kalimat marketing atau yang memancing tetapi cari ilmu yang bisa layak untuk di coba atau yang mau di gunakan dalam menyusun strategi anda sendiri. Cuma itu yang bisa saya bagikan karena setiap workshop atau pelatihan pasti punya kisah sukses masing-masing, pasti ada murid-murid yang sukses jadi ga perlu membandingkan ini atau itu yang paling bagus atau paling hebat. juga jangan karena saya ada buat testimoni di salah satu workshop lalu menelan mentah-mentah juga, tanya ke diri sendiri dulu maunya seperti apa, tanya ke peserta kalau ada yang kenal, tanya juga si trainernya, minta silabusnya, apakah materi yang diberikan cocok untuk anda atau tidak, bukan karena nantinya bisa dapat profit 1,000% dalam 1 bulan lalu tergiur mau ikut.

Be smart

Be better

by Educate Yourself.

Semoga menginspirasi.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 2 = 7