Happy Mothers Day 2016

mothers

sebelumnya saya harus bercerita sedikit dari sisi saya mengenai aspek keluarga. Secara pribadi, saya harus melakukan penyesuaian ketika tahun 2013 hidup bersama teman hidup (sekarang menjadi pasangan hidup saya), kemudian tahun lalu kami mendapatkan hadiah yang luar biasa dan jadilah kami menjadi keluarga kecil. Dan disitu saya belajar melihat dunia dari perspektif yang berbeda. Untuk urusan ini memang harus yang sudah berkeluarga yang bisa mengetahui dan mengalami seperti apa yang saya alami.

Sebagai contoh adalah beberapa teman saya yang dulunya sendirian (single itu pilihan, jomblo itu nasib hehe) selalu berkata bahwa saya tidak bisa duduk nongkrong di kafe atau di tempat-tempat tertentu, akan tetapi setelah mereka berkeluarga, mereka baru sangat sadar bahwa ada hal lain yang membuat mereka tentunya memprioritaskan hal yang penting bagi mereka ketimbang duduk nongkrong.

Tentunya secara pribadi buat saya, saya belajar lebih mendalam mengenai diri saya sendiri ketimbang pihak luar, saya belajar bagaimana caranya berkorban untuk anak, bagaimana sedihnya ketika sakit dan juga belajar bagaimana secara pandangan kami satu sama lain dalam mengurus anak. Jangan pikir urus anak itu hal sepele loh, setelah saya alami ternyata bukan hanya bikin doank, bikin sih enak tapi proses menjaga kemudian persiapan dia sekolah, belum lagi jika dia sakit. Jadi ini benar-benar sesuatu hal yang unik dan baru bagi saya karena tiap individu berbeda tentunya cara perlakuannya berbeda.

Saya bangga terhadap keluarga kami.

Saya juga belajar bahwa tiap anak berbeda dan unik, mengapa? Karena ada hal yang saya banggakan terhadap anak saya yaitu dia sangat pintar (saya tahu hal ini subjektif, semua orang tua pasti bilang anaknya pintar, hebat dan sebagainya). Kejadiannya adalah ketika mau lepas ASI, kami mendengar bahwa banyak yang menghadapi situasi yang sedikit menegangkan. Seperti ada yang teriak-teriak minta susu, ada yang menangis, bahkan harus dijauhi sementara dari ibunya.

Karena mendengar kanan-kiri dan sana sini maka kami juga khawatir tentunya bahwa bisa jadi hal tersebut mungkin bisa terjadi pada anak kami. Dan karena itulah kami mencoba mengantisipasi hal ini dengan memberikan sugesti setiap malam kepada anak kami, dengan mengatakan bahwa dia jika merasa cukup maka dia akan berhenti dari ASI atas kemauannya sendiri, bukan karena kami yang suruh tetapi karena merasa cukup.

Kemudian setelah beberapa bulan saya ingat hari itu dia sedang akan tidur siang dan seperti biasa merengek untuk minta minum susu. Kebetulan pada saat itu ada pembantu kami yang sedang membersikan rumah, dia dengan iseng mengatakan bahwa n*n*n pedas (maksudnya ASI nya pedas). Dalam waktu singkat dia hanya mengecap lalu kemudian mengatakan n*n*n pedas sambil geleng-geleng kepala dan akhirya pergi tidur sendiri. “ah mungkin kebetulan” pikir kami, bercampur perasaan takjub maka saya bilang ayo kita berikan kesempatan lagi untuk mencoba dan malam harinya ketika tidur dia hanya bercanda mengatakan bahwa punya Mama-nya pedas (kita tidak taruh sambal sebagai catatan).

Dan sejak saat itu saya dan istri saya takjub, kaget campur bangga terhadap apa yang dilakukan anak kami, tentunya bisa saja sih ada faktor lain sebenarnya tetapi saya pikir salah satu nya adalah sugesti yang sering kami berikan sehingga pada saat kondisi tertentu itu terpicu (ketika pembantu kami bilang pedas) maka dia berhenti dengan sendirinya.

Hal berikutnya adalah mengenai kondisi anak laki yang dekat dengan mamanya. Kalau ini jelas saya merasa terpojokkan karena itu ya anak saya juga. Tetapi memang seperti demikian, setiap kalau nangis atau mau tidur maka anak kami akan mencari mamanya. Karena ini menganggu saya secara pribadi dan juga karena pernah kejadian mama-nya sempat drop sakit sedangkan dia mau tidur harus bersama mamanya, akhirnya saya melakukan uji coba lagi, setiap saya ada kesempatan maka saya akan bisikan di telinganya bahwa papa dan mama sama, sehingga digendong papa atau mama sama-sama sayang kamu, kalau mama tidak bisa maka papa juga bisa.

Prosesnya memakan 4-5 bulan, dan sekarang hasilnya setiap minta bobo pasti minta sama papanya. It’s a good thing tapi menjadi masalah ketika saya sedang repot atau berpergian, but I am happy with that results. Sekali lagi hasil bisa berbeda dikarenakan banyak faktor bisa saja ada variable lainnya, tetapi hal ini terbukti oleh saya. Oh ya sebaiknya anda pikir baik-baik dulu jika mau menggunakan cara ini, susun kalimat secara baik dan benar karena kalau kebetulan kita berangkat sedangkan kalimat sugestinya “harus papa” atau “papa saja”, anak anda bisa tidak tidur cari anda terus. Jadi sebaiknya pikirkan baik-baik sebelum di praktekkan.

Bagaimana dengan mamanya?

Ya saya bersyukur memiliki dia karena awalnya saya melihat pasangan saya sebagai orang yang cuek, tidak begitu mempersoalkan hal-hal kecil, ceria, riang dan hobi makan. dan sepengalaman kami belum memiliki pengalaman sebagai orang tua akan tetapi setelah mengandung dan melahirkan, saya melihat perubahan drastis dari seorang yang cuek, tidak mempersoalkan hal-hal kecil menjadi sangat perhatian dan mempersoalkan hal-hal kecil terutama menyangkut si kecil.

Saya dan adik saya dibesarkan oleh ayah saya sendirian dan saya hanya mengenal ibu saya hanya seperempat dari umur saya, jadi saya sama sekali tidak tahu bagaimana seorang ibu memperlakukan anaknya. Kalau ditanya apa memori terindah atau yang pernah saya ingat, percayalah saya tidak ingat sama sekali.

Sehingga ketika saya melihat istri saya memperlakukan anak kami dengan lemah lembut, penuh perhatian dan penuh kasih sayang bahkan ketika masih didalam janin. Disitulah saya belajar mengerti arti pengorbanan dari seorang ibu, bagaimana saya bisa merasakan dia begitu khawatir dan sedih jika anak kami sakit, cemas ketika dia tidak mau makan dan berbagai hal-hal lainnya yang membuat hati seorang ibu deg-degan.

Jadi di hari ibu ini saya ingin menulis bahwa tidak ada di dunia ini yang bisa menggantikan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya.

mothers-day-quotes

Have a blessed day, semoga terinspirasi.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 68 = 70