August 21, 2018

Welcome to my journey

Ikut Pelatihan berguna gak?

expect

Kira-kira ini yang muncul ke message pribadi saya beberapa waktu yang lalu. Pertanyaan-nya sebenarnya cukup sederhana tetapi belum tentu sesederhana itu juga untuk menjawabnya. Salah satu sebabnya adalah karena tergantung yang bertanya juga karena biasanya mereka sudah ada jawabannya di kepala mereka, Cuma mereka ingin mendapatkan konfirmasi dari yang lainnya atas jawaban yang sudah ada di kepala mereka.

Kalau saya jawab tidak ada gunanya, nanti mereka akan mengatakan pada teman-temannya kalau saya bilang tidak ada gunanya “tuh si hendy bilang ini ga ada gunanya”. Ini kejadian sudah pernah terjadi di bidang yang lain tetapi saya sekarang harus belajar sedikit bijak untuk bisa menjawabnya. Kali ini saya tidak menjawab ada atau tidak, melainkan “tergantung”, biasanya bingung dan banyak yang tidak menanyakan lagi.

Nah supaya biar sama-sama jelas, saya coba sharing sedikit apa maksudnya dengan “tergantung” itu berdasarkan beberapa kejadian yang saya alami. Ada 2 jenis akibat yang timbul akibat jawaban yang akan saya berikan. 

Pertama, ketika saya jawab tidak ada gunanya, maka si penanya merasa bahwa tidak ada gunanya seminar / pelatihan atau workshop jadi buat apa ikut, ini hanya akan menguatkan keyakinan bahwa seminar itu memang tidak berguna karena kebanyakan tujuannya hanya menipu atau mau mengambil uang kita. Untuk jenis yang ini saya tidak bisa menjelaskan apa-apa karena itu kan tergantung dari keyakinan / kepercayaan yang dianutnya.

Kedua, jika saya jawab ada gunanya, biasanya dia akan bertanya lagi apa yang saya dapatkan di pelatihan itu. Ini menjebak juga karena sekali lagi apa yang saya dapatkan bisa saja berbeda dengan apa yang dia harapkan akan dapatkan ketika dia mengikutinya. Ini punya kisah tersendiri ketika dulu saya hampir mengikuti pelatihan pasar modal, dimana pada waktu di umumkan mengatakan bahwa dia akan memberikan sinyal beli dan jual, sampai hati kecil saya mengatakan bahwa ini rasanya tidak mungkin benar dan memang akhirnya tidak jadi ikut karena memang tidak mungkin ada yang mempunyai sistem beli dan jual (kalau ada tentunya dia akan kaya terlebih dahulu bukan?).

Atau mungkin analoginya seperti ketika anda memesan teh manis, tingkat kemanisan anda akan berbeda dengan orang lain. Biasanya kalau di restoran besar mereka akan memberikan gula cair atau memisahkan gulanya sehingga kita dapat mencampurnya sendiri sedangkan kalau kita makan di tempat lainnya kita akan harus menyesuaikan dengan tingkat kemanisan dari si pembuatnya. Bisa jadi pas sesuai ekspektasi anda tetapi bisa saja berbeda. 

Biasanya banyak yang mengharapkan bahwa dengan mengikuti pelatihan ini atau itu maka akan menyelesaikan masalah mereka. Jawaban sesungguhnya adalah maaf, tidak sama sekali. Yang dapat menyelesaikan masalah anda adalah diri anda sendiri, bukan pelatihan atau workshop. Banyak yang berpikir bahwa dengan mengikuti ini maka anda langsung akan mendapatkan jawabannya, mmhh selama yang saya ikuti sih rasanya tidak demikian. Jadi kalau anda mengharapkan orang lain dapat menyelesaikan masalah anda, maka mohon maaf anda salah.

Anda akan menemui banyak sekali teknik-teknik marketing yang dapat membawa anda tergiur atau terkesan bahwa mereka mampu membantu menyelesaikan masalah, tetapi tetap saja yang paling penting adalah diri anda sendiri apakah mau dan bersedia untuk menyelesaikan masalah itu. Hal ini juga yang membuat saya dan teman saya dulu sangat keranjingan mencari segala cara yang bisa menyelesaikan masalah kami, tetapi masalahnya adalah bahwa semua itu tetap saja tergantung pada diri kita sendiri.

Salah satu mindset yang mungkin harus kita rubah adalah harapan bahwa ada sebuah jalan keluar baru dari kondisi kita saat ini, memang benar anda ingin merubah kondisi anda saat ini dengan mengikuti workshop atau pelatihan tetapi harus diingat bahwa kita yang mengkondisikan dan kita juga harus siap dengan ekspektasi dan kesiapan dari diri kita sendiri.

kesimpulannya ya kembali ke ekspektasi anda sendiri apakah merasa berguna atau tidak ikut pelatihan dan seberapa besar ekspektasi anda terhadap pelatihan itu berbanding dengan biaya yang dikeluarkan. karena biasanya pelatih atau mentor memberikan nilai terhadap hasil pelatihannya itu berdasarkan jumlah jam yang dilalui, materi dan pengalaman yang telah dialami. tetapi peserta biasanya cuma mau tahu beres dan berharap ada cara singkat untuk meraup keuntungan dalam waktu cepat dan dengan metode yang terbukti…

sedikit tips mungkin, jika mau ikut mungkin bisa bertanya kepada yang sudah ikut bukan berdasarkan testimoni. kemudian ketika ada teman yang sudah ikut mugkin bisa membantu dengan bertanya dan mempelajari serta mencari informasi sebisa mungkin tentang pelatihan tersebut.

semoga bermanfaat.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 4 =