Nyangkut itu …

batman

hello bulan Mei dan hello good people, selamat bertemu kembali. Artikel kali ini saya tulis berdasarkan pembicaraan beberapa orang di media sosial mengenai trading. trading lagi trading lagi ga bosan ya? Ya sebenarnya sih iya, tapi ya mau gimana lagi habisnya seru.

Seru karena selalu saja ada topik-topik hangat di media sosial, mulai dari grup baru-baru yang bermunculan hingga sampai olok mengolok. Akan tetapi hal yang paling seru adalah mengenai kondisi sangkut atau bisa dikatakan beli saham tetapi bukannya sahamnya naik malah turun dan turunnya pun bisa sampai puluhan persen.

Yang selalu saya baca biasanya bertanya mengenai kondisi saham X kira-kira masih bisa di hold atau kapan bisa naik? Pengalaman saya dan juga hasil dari berbincang di chat adalah bahwa mereka tidak bisa melakukan aktifitas beli lagi karena nyangkut.

Sebenarnya nyangkut itu menurut definisi saya adalah karena beli saham kemudian harga bergerak tidak sesuai harapan kita dan kita tidak menerapkan stop loss, tidak mengenal cut loss dan tidak rela untuk keluar ketika salah masuk.

Ada juga yang tidak bisa / belum bisa menerima mengenai kata “cut loss”, saya juga menemukan orang seperti ini yang memang tidak pernah melakukan cut loss, kemudian hanya ditunggu saja sampai harga kembali ke harga pembelian awal lalu di take profit dengan kondisi profit sedikit di atas pembelian harga sebelumnya.

Sebenarnya sih saya ingin membagikan artikel ini dari sisi yang berbeda yaitu dari sisi waktu, posisi “nyangkut”-nya ini membuat anda kehilangan waktu yang berharga untuk belajar dari pasar. Pasar itu dinamis yang berarti seiring waktu pasar akan berubah terus menerus, satu saat anda menemukan pola yang anda pikir bisa anda gunakan terus menerus padahal pada kenyataannya tidak demikian, pola tersebut bisa saja berubah lagi.

Contohnya menggunakan 2 jenis MA (moving average) dengan perpotongan antara yang kecil dan yang besar atau yang sering disebut golden cross atau death cross. Saat ini kalau di back test hasilnya cukup memprihatinkan sekitar 60% rasio kesuksesannya, tetapi ini banyak sekali digunakan oleh para pengikut trend jadi sebenarnya tergantung pengalaman dan cara pakainya.

Okay, jadi kenapa dari sisi waktu anda terbuang? Karena anda nyangkut dan modalnya mungkin semua disana sehingga anda tidak melakukan atau memantau lagi pasar modal atau pun jika anda memantau pasti tidak seperti ketika anda berada dalam posisi. Saya tahu karena ya itulah yang dilakukan salah satu kolega yang nyangkut ketika itu beliau terlihat lemas-lemas tidak mau melakukan pekerjaan rumah, terlihat tidak fokus juga dalam melihat pergerakan pasar.

Hal lain selain waktu terbuang adalah mengenai fokus, fokus yang seharusnya bisa digunakan untuk memantau dan memperhatikan pola-pola jadi tidak dilakukan. Hal ini juga pernah saya alami ketika saya lagi banyak sekali pekerjaan yang harus saya kerjakan sehingga saya terlewatkan peluang yang seharusnya bisa saya dapatkan tetapi akhirnya harus pasrah lewat, contoh konkritnya adalah ketika saham #ASII tanggal 20 april saya antri di 8,375 pagi hari dan tidak mendapatkannya, kemudian ketika itu sore harinya saya terpaksa haka (hajar kanan) di 8,575. Semua sudah sesuai rencana dan trading plan saya akan tetapi jumlah lotnya kurang pas karena saya berencana untuk mengambil nya keesokan harinya setelah pasar buka dan ketika itu saya harus sibuk dengan urusan saya sehingga harga melejit cukup tinggi hingga 9,150.

Dalam 2 hari saya mendapatkan profit 6%, sayangnya jumlah lot yang saya rencanakan tidak berhasil. Karena kalau berhasil saya sudah cukup tenang karena berhasil mempertahankan profit saya tahun ini. Hal lainnya adalah karena saya sadari akibat barusan cut loss di salah satu saham industri infrastruktur sehingga saya sedikit takut. Padahal pola sudah paham, semua sudah sesuai yang saya rencanakan tetapi eksekusi menjadi kurang percaya diri akibat beban psikologi sebelumnya.

contoh lainnya adalah #TLKM, tapi saham ini tidak ada masalah karena saya cukup percaya diri dan tahu polanya sehingga tidak ada masalah pada psikologi saya.

Mengapa saya ceritakan kisah saya diatas? Karena kalau anda nyangkut, anda tidak bisa mengalami seperti yang saya alami. Pertama, peluang yang saya dapatkan di #ASII dan #TLKM mungkin tidak bisa didapatkan oleh teman-teman yang sedang nyangkut di saham tertentu kecuali masih ada modalnya. Yang kedua adalah kondisi psikologi yang harus teman-teman hadapi ketika anda benar tetapi ternyata anda masih ragu. Hal seperti ini hanya bisa dialami oleh teman-teman yang masih berada di permainan (still in the game). Anda tidak akan bisa mengalami demikian kalau posisi anda nyangkut kecuali anda belum siap seperti demikian.

Nyangkut akan membuat anda malas belajar dan fokus, ada beberapa teman dan kolega saya ketika berdiskusi dan berbagi informasi, saya katakan kalau saya tidak sreg dengan saham tersebut walaupun saham itu menguntungkan saya maka saya tetap ketika turun akan cut loss atau stop loss atau pasang trailing stop. Kenapa? Karena saya menunggu peluang lainnya. Kalau saya nyangkut maka saya kehilangan kesempatan untuk berada di saham yang naik.

Sampai disini saya juga sedang membaca perdebatan dimana ketika ada yang cut loss kemudian harga mantul berbalik. Harus diakui bisa karena 2 hal, titik stop loss / titik keluar terlalu pendek atau saham itu fluktuatif sehingga mudah terkena stop loss kita. Tetapi yang paling penting adalah tujuannya stop loss yaitu meminimalkan kerugian kita. oh ya bagi pemula saya selalu menyarankan stop loss dipasang otomatis (membiasakan disiplin), tetapi saya menggunakan “mental stop loss” untuk saham-saham tertentu fungsinya supaya “market maker” tidak mengincar stop loss saya.

Lalu ada juga yang rela dan siap untuk menunggu hingga harga kembali, kalau jenis ini ya sudah tidak masalah kan sudah siap dan rela. Masalahnya adalah rela atau terpaksa rela atau terpaksa siap itu bedanya tipis dan tidak ada yang tahu kecuali diri sendiri, hehe..

Lalu berapa lama anda harus menunggu sampai saatnya sadar? Ya hanya anda sendiri yang tahu sebenarnya, biasanya akan ada satu momen dimana ketika saat itu anda sadar bahwa anda sedang melakukan kesalahan maka hentikan kerugian anda secepatnya. Seiring tambahan informasi ataupun pengalaman apapun yang nantinya anda dapatkan pada saat itu pula mungkin anda akan memilih untuk menghentikan kerugian atau percaya pada pilihan anda.

Pada waktu saya bertemu dengan salah satu kolega saya ada yang membahas mengenai Lo Kheng Hong (anda bisa mencari tahu siapa beliau, cukup terkenal di Indonesia). Pada saat itu membahas bagaimana beliau bisa sampai sesukses saat ini, kedengarannya seperti beliau tidak pernah nyangkut dan selalu benar padahal sebenarnya bukan demikian. Beliau membeli saham yang salah harga kemudian menunggu untuk pasar menilai kembali harganya, saya jadi teringat 2 tahun lalu pada satu momen ketika ada berita bahwa LKH membeli saham #BUMI di harga rata-rata 100 dan saya ingat sekali ada orang mengatakan bahwa si LKH kehilangan akal. Saya tahu karena saya berada disana ketika orang itu sedang “memaki-maki” LKH karena bodoh membeli barang yang katanya “jelek”, saya rasa anda tahu bagaimana kelanjutannya.

Jika anda mengerjakan pekerjaan rumah anda dan anda tahu bahwa anda sudah mengerjakan dengan baik dan benar, ITU NAMANYA BUKAN NYANGKUT. Itu namanya TAHU APA YANG ANDA KERJAKAN, jadi walaupun salah pun anda sudah siap.

Tapi karena artikel ini bukan soal nyangkut dimana tetapi lebih soal ketika anda nyangkut dengan semua dana yang ada sehingga anda tidak bisa melakukan transaksi maka anda kehilangan kesempatan atau peluang untuk mendapatkan pengalaman di pasar modal, kok pengalaman sih? Kenapa bukan profit? Pengalaman akan mendatangkan profit kalau anda tahu apa yang sedang anda lakukan.

Semoga bermanfaat.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 2 =