September 25, 2017

Select your Top Menu from wp menus

Respect yourself and others.

respect

Saya menyadari bahwa ada sesuatu yang harus berubah dari diri kita kalau kita tidak senang terhadap keadaan kita dengan cara merubah perilaku kita sendiri. Begitu pula di pasar modal, apabila kita ingin membuat pasar modal kita menjadi lebih baik lagi maka ada sesuatu yang harus dirubah.

Belakangan ini selain fenomena rekomendasi saham yang pernah muncul dulunya dan kini pun masih ada, saat ini ada fenomena munculnya saling hujat dan merendahkan antar trader / pelaku pasar modal. Bahkan sampai ada yang menutup grupnya, hal ini terjadi karena ketika sang pemilik membuat asumsi yang cukup optimis ternyata diserang dari berbagai pihak mungkin membuat ketidak-nyamanan bagi beliau untuk menerima itu semua.

Padahal jika ditelisik lebih dalam, banyak juga diantara para trader atau pelaku pasar modal juga sering memberikan rekomendasi mereka pada khalayak umum, masalah yang timbul adalah ketika rekomendasi itu tidak sesuai harapan maka yang terjadi adalah sikap menyalahkan pihak lain. Selain itu juga sikap untuk berkomentar kasar yang tidak sopan ketika sebuah pilihan rekomendasi tidak sesuai (terlepas dari optimisme yang berlebihan atau pesimisme yang berlebihan).

Melihat situasi seperti ini, sebenarnya kasihan juga melihat bagaimana ketika asumsinya keliru, hujatan, komentar-komentar pedas bahkan serangan-serangan yang langsung ke pribadi beliau membuat saya berempati (waktu ketika benar tidak ada yang berkomentar). Padahal dilihat dari informasi dan pembelajaran yang pernah di bagikan beliau cukup bermanfaat dan bagus sekali untuk mendalami bagian tertentu dari pasar modal.

saya jadi khawatir, takut tepatnya apakah kita sudah tidak bisa membedakan mana masukan dan kritikan? Apakah kita sudah menjadi terlalu bencinya atau tidak suka sehingga menyerang terhadap pribadi seseorang ketika mereka membuat asumsi yang belum tentu tepat atau meleset? Semua dari kita pun pernah berbuat salah, tetapi apakah harus menghujat, menghina baru merasa nyaman? Apakah dengan mengolok-ngolok membuat kita merasa lebih baik? Ataukah karena beliau salah maka kita menjadi benar? Terlepas dari anda benar atau dia salah, apakah kita tidak bisa saling menghormati sesama pelaku pasar modal?

Beliau kan juga punya hak untuk mengemukakan pendapatnya, itu demokrasi bukan? Tetapi apakah dengan demokrasi demikian kita jadi berhak untuk merendahkan dan memberi komentar yang tidak layak? Mengapa saya menulis seperti ini? Karena saya tidak pernah membaca kalimat-kalimat atau komentar kasar dari beliau, tetapi hanya karena sebuah asumsi yang dikeluarkan beliau yang tidak sesuai malah mendapatkan begitu banyak hujatan dan komentar-komentar yang tidak layak? Apakah dengan memperlakukan demikian pasar modal kita akan menjadi lebih baik? Lebih baik dengan menghujat dan memberikan sindiran-sindiran?

Terlepas dari optimisme yang tinggi yang dibagikan, apakah kita sebagai pelaku pasar modal bisa bersikap dewasa dan mau berusaha untuk saling menghormati dan menghargai tanpa harus menghakimi dan menghujat? Toh juga ada yang tidak sependapat dengan beliau dan memberi pendapat dan masukan juga di forum terbuka, sah-sah saja.

Sekarang grup sudah ditutup (walapun beberapa dari pelaku pasar modal lainnya berusaha menghibur dan memberi semangat untuk terus berbagi), mungkin kita sudah tidak dapat membaca lagi informasi-informasi yang dibagikan. bagaimanapun juga saya tetap menghormati keputusan beliau karena saya juga belajar banyak dari beliau khususnya pada bidang tertentu yang belum saya kuasai.

Di grup atau di media sosial memang kita bisa seenaknya untuk berkomentar tetapi alangkah baiknya bila kita bisa saling menghormati satu sama lain tanpa saling merendahkan satu sama lain.

Semoga menginspirasi.

Ps : jadi keingat juga kejadian lucu dulu waktu ketika saya pernah diajak adu debat dan adu siapa yang paling benar menggunakan cara saya atau cara orang itu. Bodohnya saya dulu diladenin, padahal benar juga ga dapat apa-apa, salah di singgung-singgung trus. Padahal di pasar modal, profit yang dicari bukan yang paling benar yang dicari.  😉

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

85 − = 78