Teh manis itu relatif

http://www.sunnyskyz.com/uploads/2013/02/5wmm5-relationship-quotes-love-life.jpg

Kenapa tiba-tiba mengatakan teh manis itu relatif? Seperti yang saya bahas diartikel sebelumnya bahwa tingkat kemanisan segelas teh manis itu tergantung dari si pembuat teh nya dan berdasarkan pesanan pelanggan. Dan biasanya restoran atau tempat makan yang mengerti hal ini akan memisahkan gula nya supaya kita dapat menakar sendiri bagaimana tingkat kemanisannya.

Oke, jadi sebenarnya topik kali ini adalah mengenai hubungan. Hubungan antar pasangan sebenarnya, ketika kita awal-awal bertemu atau sedang mencari lawan pasangan pasti yang dicari selain fisik adalah kecocokannya? Benar demikian? Sayangnya hanya sedikit yang demikian. Yang saya ketahui malah sebenarnya tidak seperti itu, banyak sekali faktor yang menjadikan mereka pasangan seperti karena berteman lama, sering bertemu, suka pada pandangan pertama, enak di ajak ngobrol, ramah, baik, cantik, cakep, dijodohkan dan masih banyak sekali kriterianya. 

Lalu apakah kita mau membahas kriteria? Bukan, sebenarnya yang ingin dibahas adalah bagaimana kita mempersepsikan kriteria tersebut. Kira-kira paham ga maksudnya? Sebagai contoh waktu kita bilang pasangan kita ramah, ramah itu seperti apa sih? Apakah karena dia lembut dan bisa bicara dengan orang lain dengan senyuman? Atau karena dia berbicara lembut hanya kepada kita?

Lalu ketika mengatakan bahwa pasangan kita itu baik, baik nya seperti apa? Apa karena dia suka menolong orang maka dikatakan baik, lalu yang tidak suka menolong orang dicap tidak baik? Lalu dikatakan supel dikarenakan dia mudah bergaul dengan orang lain, sedangkan yang suka membaca atau suka bermain dirumah dikatakan kutu buku? Hati-hati loh apa yang anda pikirkan atau berikan label itu sebetulnya adalah label dari pengertian anda sendiri.

Itulah fungsi pacaran, mencoba mengenal satu sama lain bukan? Mencoba mengenal satu sama lain itu sebenarnya bukan pergi ke bioskop berduaan, terus ada yang nemenin ketika kita mau makan, atau ada yang temenin kita ketika kita pergi ke tempat pesta dan sebagainya. Mencoba mengenal satu sama lain adalah kita coba berkomunikasi dan mencoba mencari tahu kira-kira cocok ga sih sifatnya dengan sifat kita?

Butuh waktu memang, karena waktu awal-awal memang yang dilihat itu indahnya kok. Yang awal-awal belum keliatan karena jaim (jaga imut image). Lalu apa yang harus kita lakukan? Simple, coba cari tahu terlebih dahulu apa yang ingin kalian cari.

Misal kalau sabar, sabar itu yang seperti apa? Sabar nya orang juga beda-beda, bagi sebagian orang diam itu bisa disebut sabar padahal kita belum tahu dia itu sedang memendam atau memang sabar? Lalu kalau ramah itu bagaimana? Apakah kalau karena dia suka ngobrol itu dikatakan supel? Karena bagi sebagian orang itu cerewet. Dan masih banyak lagi.

Selanjutnya adalah menentukan batas toleransi kita, kita harus tahu apa yang kita mau lalu kita harus bisa siap menerima konsekuensinya, coba cari tahu apakah ini sesuai kriteria atau tidak, apakah bisa diterima dalam batas toleransi kita atau tidak? Kalau tidak bisa gimana? Ya sudah berteman saja karena ini kan mengenai hidup kita dan hidup pasangan kita juga.

http://quotepixel.com/images/quotes/love/quotes-tolerance-and_2308-1.png
http://quotepixel.com/images/quotes/love/quotes-tolerance-and_2308-1.png

Apakah anda tega kalau misalnya setiap hari ribut karena masalah sepele? Nah sepele itu juga menurut siapa, bagi kita sih sepele tapi bagi dia itu mungkin sesuatu yang besar. Toh tidak sehat bagi satu sama lain bukan?

jadi komunikasi itu penting tetapi juga harus disertai pengertian dan pemahaman juga. Komunikasi itu bukan kamu harus dengar saya dan saya harus dengar kamu atau kamu harus dengar saya dan itu adalah perintah, komunikasi dalam pasangan itu adalah bentuk penyampaian baik secara verbal maupun non-verbal apa yang kita dan pasangan inginkan satu sama lain.

Bagaimana kalau diam? Diam juga salah bentuk komunikasi, komunikasi bahwa ada sesuatu yang macet diantara mereka dan tidak tahu bagaimana menyelesaikannya.

http://quotes-lover.com/wp-content/uploads/I-cant-promise-you-a-perfect-relationship-without-arguments-and-differences-But-I-can-promise-you-as-long-as-youre-trying-Im-staying.png
http://quotes-lover.com/wp-content/uploads/I-cant-promise-you-a-perfect-relationship-without-arguments-and-differences-But-I-can-promise-you-as-long-as-youre-trying-Im-staying.png

Jadi sebuah hubungan yang sehat harus melibatkan banyak faktor dan itu tidak cukup untuk saya jelaskan dalam artikel yang singkat ini tetapi ingat bahwa masing-masing dari kita itu mempunyai tingkat kadar masing-masing, ini yang harus dicari, dikembangkan, disesuaikan dengan pasangan kita.

Sebuah teh manis bisa membahas ke masalah hubungan ini juga karena terinspirasi ketika saya membuatkan teh untuk pasangan saya dan saya belajar menyesuaikan tingkat kadar kemanisan dengan apa yang saya biasa buat untuk diri saya sendiri.

Semoga bermanfaat.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

33 − 31 =