Waktu – My Time – Update

Time-is-so-costly

Silakan cek link nya disini http://www.hendykarsito.com/waktu-my-time/  bagi yang belum membacanya atau ingin meninjau ulang. Dan ini saya bahas sedikit karena saya mendapatkan pertanyaan dari salah seorang temannya kolega saya yang menanyakan apa yang saya kerjakan hari-hari kenapa bisa sambil kerja, kemudian “main” (istilah yang kurang tepat) saham, analisa, kemudian blogging juga? Apakah saya tidak punya kesibukan lain? Lalu teman saya mengatakan manajemen waktu, saya Cuma diam saja karena belum mengenal kolega teman saya itu.

 Akan tetapi setelah saya cek dan karena saya berkeluarga saya perlu merevisi atau meninjau ulang kegiatan dan waktu saya. maka beberapa hal mungkin yang bisa saya bagi mengenai pembagian waktu (boleh ada yang menyebut manajemen waktu, walaupun menurut saya bukan waktu yang di atur melainkan diri kita sendiri, prioritas kita). Okay seperti yang dibahas di artikel sebelumnya (klik link nya untuk melihat artikel waktu), saya tentunya menggunakan kualitas waktu saya dan disaat itulah saya benar-benar bisa melakukan apa yang ingin saya lakukan.

Sebelum menikah saya memang mengatakan kepada istri saya, bahwa saya diberikan waktu tertentu (my time) untuk benar-benar fokus pada diri saya sendiri, entah saya meditasi, nonton film, mengetik, hanya sekadar mendengar lagu dan hingga melakukan corat-coret gambar hingga membaca. Lalu waktu tersebut benar-benar digunakan seoptimal mungkin karena setelah itu waktu untuk keluarga dan pekerjaan.

Perubahan yang saya alami adalah perubahan urutan dalam hidup saya. dulu ketika masih sendiri atau bahkan pacaran, hidup saya pertama adalah pekerjaan, kedua waktu saya, ketiga baru keluarga saya, sisanya baru teman atau pacar. Tetapi setelah menikah perubahan urutan menjadi keluarga, pekerjaan, lalu waktu saya, lalu waktu untuk teman. Perubahan ini bukan berarti bagus atau jelek tetapi sekadar mengingatkan bahwa kita dalam hidup mempunyai prioritas dan prioritas itu dapat membantu anda menentukan ke arah mana hidup anda.

Kembali ke kisah awal mengapa saya bisa “main” saham, menganalisa, lalu blogging? Jika ditinjau dari pertanyaan maka mungkin maksudnya adalah mengapa sepertinya saya bisa melakukan semuanya sekaligus, kerja, “main” saham dan melakukan analisa, blogging.

Kalau bekerja kan memang ada waktunya dan memang kewajiban saya sebagai kepala keluarga untuk menafkahi keluarga (kecuali saya punya warisan yang sangat besar yang membuat saya tidak perlu bekerja lagi). Kalau blogging karena saya suka menulis dan dulu saya menulis hanya dalam bentuk offline (diari atau kadang hanya note di laptop) tetapi hasil ketikan saya ketika saya baca ulang terkadang bisa membantu orang yang terkadang juga punya masalah yang pernah saya alami tetapi terkadang juga hanya menulis informasi atau sekadar berbagi cerita sehingga saya mulai aktif menulis secara online yaitu blogging. Dan sejak saat itu setiap ada inspirasi pasti saya tulis, hanya saja intensitasnya sekarang sudah berkurang, 1 postingan 1 bulan udah rasanya hebat banget. Haha.

Kalau saham dikarenakan saya mengenal beberapa orang yang benar-benar sukses di saham, mereka diantaranya ada yang full time trader, ada yang masih bekerja (ini akan menjadi artikel sendiri ya mengenai pemilihan full time trader atau masih bekerja dalam waktu dekat), ada yang sudah santai seperti Lo Kheng Hong. Dan banyak bukti bahwa di saham dapat menghasilkan uang, disamping juga dapat menguras uang anda. Awalnya juga belajar dan mengira bahwa hanya belajar sebentar saja maka kita sudah bisa mendapatkan ilmu dan kesukssesan sudah berada di depan mata, kalian pasti bosan juga membaca bagaimana saya bisa tergiur dari seminar-seminar sampai workshop yang dapat memberikan keuntungan instan untuk anda.

Mohon maaf bukan ingin mengecilkan hati, tetapi saham sama seperti bisnis lainnya semua butuh waktu dan butuh proses. Kalau anda tidak menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar dan menganalisa lalu praktek maka jalannya akan sulit (saya tidak bilang tidak bisa), kenapa? Sederhana, latihan. Anda perlu berlatih seperti layaknya orang ingin ikut lomba, coba lihat pertandingan badminton atau pertandingan sepak bola, mereka latihan terus menerus sedangkan pertandingan hanya berlangsung beberapa saat, kadang hanya 90 menit menentukan apakah anda menang atau kalah.

Menang atau kalah itu hanya menunjukkan batas kemampuan anda sehingga jangan lupa bahwa setelah itu anda kembali berlatih, melihat mana yang salah dan memperbaikinya sehingga anda dapat meningkatkan kemampuan anda. Dan itulah kenapa saya bisa belajar menganalisa ketimbang mengandalkan kata-kata atau bisikan-bisikan atau rekomendasi yang asal usulnya terkadang tidak jelas. Bukan berarti saya hebat dalam menganalisa, sama saja saya bisa salah juga. Disitulah ketika saya salah, saya analisa dan saya perbaiki dan saya coba lagi.

Dan itulah mungkin sekadar sharing saya mengapa saya bisa melakukan itu semua, karena saya selain senang dengan apa yang saya lakukan seperti menulis, dimana kadang ada yang bercerita mendapatkan manfaat dari artikel saya, juga menyenangi saham karena melihat banyak kisah sukses dari saham dan terlebih lagi menghasilkan uang jadi kenapa tidak?

Semoga bermanfaat.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + = 3