g 8 Tips memulai investasi di saham | Trend Following

June 20, 2019

Welcome to my journey

8 Tips memulai investasi di saham

quick-tips

Ada banyak sekali cara memulai masuk ke pasar modal, ada yang langsung terjun, ada yang baru lewat reksadana, ada yang ikut teman, ada yang belajar sendiri dan masih banyak lagi. Berikut ini ada tips untuk memulai saham, mari kita mulai.

  1. Pahami diri sendiri terlebih dahulu.

Kenapa ingin masuk ke saham? Apa yang menjadi tujuan masuk ke dalam pasar modal? Apa karena presentase keuntunganya? Karena kemudahannya? Salah satu sarana alternatif untuk mengembangkan modal anda? Untuk meningkatkan modal anda? Atau mau cepat kaya? Ajakan teman?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan memunculkan jawaban di hati kecil anda apakah yang saya cari ini sesuai atau tidak, cocok tidak dengan saya. 

  1. Mulai dari jumlah yang kecil

Bertentangan dengan kebanyakan yang mengatakan bahwa harus modal besar untuk dapat berinvestasi di saham, sebenarnya dengan dana minimal 1 juta rupiah pun sudah bisa membeli saham-saham seperti telekomunikasi atau industry mobil. Tetapi yang terpenting adalah bahwa anda mencoba jumlah yang kecil supaya anda dapat melakukan tes pada diri anda apakah cocok pada bidang ini.

Ini juga berarti resiko anda menjadi kecil karena baru memulai di saham sehingga anda bisa terhindar dari kerugian yang tidak diperlukan sebagai akibat dari salah analisa atau salah rekomendasi.

  1. Ikut seminar atau workshop

Ada bedanya antara mengikuti seminar atau workshop dengan terjun sendiri. Bedanya adalah waktu serta prosesnya. Anda mungkin bisa mendapatkan hal baru atau sesuatu yang belum anda ketahui, namun harap di ingat mengikuti workshop atau seminar belum tentu dapat menjamin anda dapat langsung meraup untung di saham.

Cek terlebih dahulu siapa yang mengadakan, lalu lihat apa yang ditawarkan (apakah terlalu muluk-muluk dan banyak berjanji?), bagaimana testimoni? Saya abaikan karena belum tentu sesuai dengan apa yang kita inginkan dan belum tentu cocok dengan gaya trading anda.

  1. Berlatih

Latihan adalah ibu dari ketrampilan. Sampai saat ini pun saya masih berlatih menggaris-garis, menarik garis, melihat grafik, membaca data, bertanya kepada orang-orang jika saya tidak paham. Ketimbang anda Cuma meminta mentahnya saja (buy dimana, sell dimana), bukankah akan lebih mantap kalau anda mendapatkan titik entri dan keluar dari hasil analisa anda sendiri.

Beda hasilnya ketimbang anda bertanya beli dan jual dimana, psikologi anda perlahan-lahan akan terbangun untuk kemudian lanjut pada poin selanjutnya.

  1. Percaya pada diri sendiri

Sebagai hasil dari poin nomor 4 maka pada titik tertentu anda akan percaya pada diri sendiri. Jadi ketika nanti ingin masuk pada saham tertentu anda tidak akan kebingungan dan bertanya sana sini untuk  mencari tahu kapan waktu yang tepat. anda sudah pede untuk masuk, dan anda juga tidak mudah menyalahkan orang lain atas kerugian yang anda derita begitu pula keuntungan yang anda terima.

6. Terus mengasah diri

Saya termasuk yang pelan dalam hal belajar (saya kurang setuju kalau dianggap ketinggalan, karena kita bukan balapan). Cara orang belajar bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain, bahkan titik tolaknya pun bisa berbeda, sebagai contoh ada yang berangkat belajar dari indicator sederhana, ada yang dari berita, ada yang dari laporan keuangan. Kemudian ada yang dari software trading baik yang berbayar atau gratis, dan masih banyak yang lainnya.

Dan masing-masing bisa mempunyai argument yang kuat antara yang satu dengan yang lainnya, intinya anda terus belajar karena pasar bersifat dinamis, kita tidak mungkin hanya belajar satu strategi lalu berharap itu akan berhasil pada semua kondisi. Caranya adalah terus menambah informasi setiap saat dan berikan waktu untuk menjalanin prosesnya.

7. Menikmati prosesnya.

Yang perlu anda pikirkan bukanlah harus tampak benar dihadapan orang atau di forum. Tetapi bagaimana anda menikmati proses yang sedang anda jalani dan dengan demikian anda dapat mengetahui jenis saham yang anda perhatikan ditambah bertambahnya pengalaman dalam gaya trading anda. Dan anda akan terhindar dari konfilk antara satu dengan lainnya karena anda belajar berbagi ilmu dan bukannya mencari ribut.

8. Jadilah seperti padi, bukan tong kosong

Kita harus sadar bahwa memang masih banyak penduduk Indonesia yang masih belum melek investasi, persentase yang sudah mulai sadar pun masih sedikit, akan tetapi diantara yang sedikit itu pun juga banyak sekali yang masih salah kaprah.

Oleh karena itu hendaknya kita lebih baik memberikan informasi yang positif dan baik ketimbang kata-kata atau kalimat yang tidak pantas. Hal itu sebenarnya mencerminkan kedewasaan diri kita sendiri juga.

Seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk, hendaknya kita juga tidak perlu gembar-gembor terhadap keuntungan atau kerugian yang diderita, karena untung dan rugi hanya kita dan tuhan yang tahu. Kalau untung terkadang bisa memancing kedengkian dan iri hati orang lain sedangkan kalau rugi terkadang malah bisa dicemooh oleh orang lain. jadi alangkah baiknya kita bisa menyampaikan sesuatu informasi dengan dasar yang baik berdasarkan pengalaman masing-masing.

8 tips - mulai saham

semoga bermanfaat

About The Author

Related posts

1 Comment

  1. Pembelajar

    Membaca artikel Mr Hendy Karsito satu ini membantu saya untuk lebih memahami dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi.
    Beberapa point yg Mr Hendy jabarkan, sangat menempeleng saya. Namun apa mau dikata sudah terjadi. saat nya menjadi PR saya untuk memperbaiki.
    Nama nya manusia, ada yang terlalu terbawa emosi. Kalau sudah terlanjur ya jadi penyesalan deh.
    Oh ya Pak terima kasih atas sharing nya mengenai Money and Mind Manajemen saya jadi sedikit memahami cara mengatur batas dalam diri saya. Semoga tidak kapok ya pak mengajari si pembelajar kecil ini. Salam sukses buat Mr & Mrs Hendy and Lil Boy nya. GBU

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 7 = 2