g Catatan Harian Emak-Emak Trader | Trend Following

March 19, 2019

Welcome to my journey

Catatan Harian Emak-Emak Trader

trader

Keren ibu satu ini, sudah mampu menulis dan menerbitkan buku. Pertama kali bertemu beliau ketika sedang training saham bersama pemilik bei5000.com pada tahun 2013. Kali itu saya memang sedang mengecek pelatihan apa saja yang belum saya ikuti tahun itu dan ternyata akhirnya jatuh ke training saham tersebut.

Dan disitu saya bertemu dengan “emak” trader yang luar biasa ini, duduk di belakang sambil utak-atik amibrokernya sembari memperhatikan “abah” panggilan pak Robert Hendrik. https://www.hendykarsito.com/training-saham-with-bei5000/

Dan tidak disangka hampir 2 tahun, saya kaget bercampur senang bahwa akhirnya ada “emak” yang bersedia meluangkan waktunya untuk menulis dan berbagi cerita suka dukanya. Di Indonesia masih jarang sekali emak-emak yang mau belajar trading saham. Bukannya tidak ada tapi masih sedikit, itu pun belum tentu ada yang berani bercerita seperti emak yang satu ini.

Bagi yang ingin menambah informasi silakan cek dan cari di toko buku terdekat (online juga bisa), oke saya mungkin tidak akan membahas terlalu detail apa isinya tetapi ada satu bab yang menurut saya sangat cocok sekali dengan saya, walaupun hampir semua yang ada di pembahasan itu mirip-mirip dengan situasi yang para trader selalu alami (galau, gelisah, kacau, menyesal, terlalu serakah, pembenaran, bias dan lain sebagainya).

Oke jadi yang satu bab yang mengena pada saya yaitu “survivor”, benar sekali apa yang ditulis walaupun catatan itu ditulis tahun 2013 saat ketika IHSG turun dalam juga (ketika tulisan ini ditulis, IHSG juga sudah sentuh 4500 bahkan dibawahnya). Semua saham rontok dan banyak orang pesimis saling menyalahkan entah pemerintahnya, Negara lain, bank, institusi, kambingnya, hewan peliharaannya, baju nya, hari kelahirannya, dan macam-macam bentuknya.)

Yang bikin kita sesak kadang di Tanya ama orang, bagaimana portomu? Saya jawab minus nih (saat tulisan ini dibuat IHSG benar-benar turun dibawah 4500), abis cut loss kemarin gara-gara lompat Stop Lossnya. Eh malah ada yang nyengir bilang “loh kamu sudah jago masa masih loss?” dalam hati “jago darimana? Yang bilang jago siapa?”, “Sudah ngerti indikator kok masih rugi?”. Wah emangnya ngerti satu atau beberapa indikator trus jadi dewa?? Hellooooo..”. “loh kan udah ambil perencanaan keuangan kok bisa rugi?” dalam hati “apa hubungannya perencana keuangan dengan trading dan loss disaham?”

Dan saya salut sekali dengan apa yang beliau utarakan, lebih baik jujur daripada jaim. kembali ke orang-orang tadi, entah mungkin mereka berharap saya bereaksi marah atau gengsi atau menyalahkan faktor lain,  saya hanya cukup senyum dan mengatakan bahwa ya ada beberapa yang salah posisi dan terpaksa saya cut loss, ada yang kena stop loss juga, memang rugi mau gimana lagi? it’s called business.

eh kok malah curhat ya… hahaha either way, buku ini sangat inspiratif bagi para trader (walaupun yang nulis emak tapi berlaku untuk semua trader), kalian jadi tahu bahwa kalian tidak sendirian disana. Kita pun bisa salah, kita pun bisa galau dan terpenting kita harus terus belajar, jangan menyerah dan tetap bersemangat selalu.

photo_2015-08-13_02-00-11

Semoga bermanfaat.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

40 − 32 =