g Memang Seperti itu | Trend Following

December 15, 2018

Welcome to my journey

Memang Seperti itu

Stock Photo by Sean Locke
www.digitalplanetdesign.com

Terinspirasi dari chat grup Wa koin-saham-MoBa.

Bertemu dan bersosialisasi memang cukup diperlukan didalam berhubungan dengan satu sama lain. Akan tetapi didalam grup atau pun di lingkungan tertentu kita akan berinteraksi dengan berbagai macam manusia. Ada berbagai macam sifat yang mungkin bisa ditemui yang mungkin bisa saja terjadi gesekan satu sama lain. Terkadang kita ingin memberitahu seseorang bahwa apa yang dilakukan itu mungkin bukan jalan yang benar, bahwa ada jalan lain yang mungkin bisa berguna bagi mereka. Tetapi masalahnya adalah bahwa ada orang yang memang cenderung sulit unuk bisa berubah (homeostasis) sehingga belum tentu ketika kita memberikan saran bisa langsung diterima.

Oke supaya ada sangkut pautnya dengan dunia trading apa? Sama juga seperti yang telah saya temui dimana ada orang yang ingin sekali terhindar dari kerugian, ingin cepat menghasilkan uang. Sehingga berpikir bahwa dengan mendengar saja bisa sukses, apalagi dari yang disebut pakar. Tetapi masalah umumnya adalah dari sifat manusia itu sendiri yang sulit berubah (bukan tidak bisa berubah), mereka membutuhkan proses yang tidak cepat. Semakin cepat orang menyadari maka semakin dekat mereka dengan realita / kenyataan yang harus dihadapi dan dengan demikian maka bisa terhindar dari kerugian. Beberapa contoh adalah ketika lagi ada booming uang digital maka semua berbondong-bondong ikut masuk, selain karena kemudahan untuk ikut tentu saja menjadi daya tarik bagi para orang-orang yang belum pernah ikut.

Padahal kuncinya tetap sama, pelajari dahulu apa itu dan mekanismenya seperti apa, jangan pernah takut ketinggalan. Cerita yang saya temui juga jadinya banyak, ada yang uang buat nikah malah di masukin ke dalam koin supaya bisa berlipat tetapi hasilnya malah jadi berkurang 90%. Akhirnya tidak jadi nikah, lalu ada juga yang sampai minta cerai akibat suaminya berspekulasi didalam uang digital tersebut dan akhirnya malah berkurang uang (uang yang berasal dari sisa tabungan mereka)

Terus maksudnya judul diatas itu apa? “memang seperti itu”, maksudnya adalah akan selalu ada orang – orang yang berspekulasi dan saya tidak bisa memaksa mereka untuk berubah, hanya melihat kondisi sebagaimana adanya. Ya sudah seperti itu, ketika terjadi crash atau terjadi koreksi baru mereka bisa menyadari bahwa ternyata bisa rugi. Kalau sedang dalam masa euphoria, tentunya tidak di gubris pernyataan saya.

Mau saya komentari seperti apapun juga percuma bukan? Jadi ya memang seperti itu, saya hanya fokus urusin urusan saya. Jangan pikir saya tidak bisa rugi, saya juga bisa mengalami kerugian dalam trading, jadi bukan soal hebat atau tidak hebat, saya juga bisa loss itu realita yang harus dihadapi.

Wahay orang-orang yang masih mencari sinyal jual beli, yang masih mencari kepastian, sadarlah.. hehe.. sadarlah jaga modal anda, ketika modal anda habis maka anda tidak bisa trading. Saya baru-baru ini bertemu dengan kolega yang tidak begitu dekat tetapi berbicara merasa bahwa seolah-olah saya hebat sekali menggunakan MA (ini kalau sama trader professional mah diketawain, MA itu hal paling sederhana) tapi ya sekali lagi, memang seperti itu. Mau saya jelasin kalau MA itu hanya pergerakan harga rata-rata dan saya Cuma menggunakan untuk melihat kecenderungan harga ya percuma.

Mau dijelasin secara strategi MA ada beberapa macam juga percuma, wong dia minta sinyal entry paling top, walaupun saya bilang saya selalu sebelum masuk selalu menghitung stop loss terlebih dahulu (merencanakan dahulu) baru saya pasang tetap saja di singgung “kalau sudah hebat ga perlu pasang stop loss” (mindset orang yang selalu cari sinyal, jadi sinyal terhebat lah ga perlu stop loss, ga mungkin rugi)

Nah orang seperti itu bagaimana? Ya memang seperti itu, mau sampai berbusa jelasin juga percuma, memang belum tersadarkan saja. Saya tawarkan masuk ke grup-grup telegram yang bermutu, saya tawarkan webinar online yang murah dan berkualitas, alasannya malah ga punya waktu, minta langsung jadi. So? Mau diapain orang itu? Ya ga bisa diapa-apain, Cuma bisa bilang “memang seperti itu”. Buat saya ya ga ada rugi apa-apa, move on fokus pada trading (kalau trading) atau kerjaan, intinya urus diri sendiri aja dulu.

By the way, orang yang saya ceritakan ini, sudah beberapa kali bertemu dan mindset tetap sama, so memang seperti itu, jangan paksa mau rubah dia, yang ada strees kitanya.

Ada juga setiap kali ketemu selalu nyinggung wah kamu harusnya udah jago, minta sinyal dunk, ada juga yang mengira setelah membeli buku saya lalu merasa itu adalah satu-satunya cara (padahal saya nulisnya itu Cuma sharing pengalaman saya), ada juga yang setelah satu-dua kali email langsung mengira sudah jago, ada juga yang tiba-tiba telegram nanya langsung penggunaan MA yang paling jos, top hanya karena sudah beli buku saya (emang berat jadinya saya buat nulis lagi). Ada juga yang ketemu selalu entah mengapa kesannya pengen ngolok atau gimana selalu nanya main disaham untung gak? Saya jawab ya ga untung kalau main, kalau serius ya untung.

Ada juga yang baru ketemu sekali terus bertanya selama ini di saham sudah untung berapa ratus persen, ada juga yang bertemu langsung bilang emang masih bisa “main” disaham Indonesia, ada juga yang bertemu waktu olahraga terus langsung nembak, selama di sekuritas itu untung aja “main/trading” saham, semua jawaban yang saya kasih jadinya klise dan singkat, ya kalau untung ya untung, rugi ya bisa rugi juga.

Ada yang paling keren baru-baru ini adalah ketika saya sharing (sharing itu ga dibayar ya, klarifikasi) di sebuah komunitas di balikpapan dan saya post di ig, ketemu teman saya langsung bilang “ada yang bilang, tumben hendy jualan seminar sekarang, bukannya dia udah hebat? Ngapain jualan kalau sudah hebat? Pengen gigit ga sih itu orang? Semua materi free di website saya silakan cek lagian juga ga salah kan kalau cuma sharing, kecuali sharing itu dilarang.

Dan baru-baru saja waktu saya posting twitter adalah ada pokoknya orang lah (ga kenal dekat), sehabis bertanya-tanya mencari informasi (saya sudah berikan semua link, mau forum saham (om Yuza), demokrasi saham (pak Hermanto S), saham syariah (Mang Amsi), bahkan belajar teknikal untuk pemula (om Etuz), sampai botsaham dari pak Mansu, yang saya rasa penting saya berikan semua linknya) jawabannya dia cukup mencengangkan, “boleh saya minta intisarinya, boleh gak diatur jadwalnya sesuai jadwal saya? Boleh gak tar saya Tanya-tanya tapi tunggu saya tidak sibuk”. Mau marah? Ntar dibilang sombong, salah lagi kan.. jadi ya memang seperti itu.. (Cuma ini sarana saya bisa berkeluh kesah).

Jadi ya akan ada orang seperti itu, no matter what.. jadi ya “Memang seperti itu”…

Semoga bermanfaat.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

30 − = 28