g Menghitung Return | Trend Following

June 20, 2019

Welcome to my journey

Menghitung Return

http://www.google.com/imgres?imgurl=http://www.computeralliance.com.au/DescriptionImages/int-es-2.5-savvio-10k-overview-2-316x361_1.png&imgrefurl=http://www.computeralliance.com.au/300gb-seagate-2.5-10000rpm-savvio-sas-6gb/s-hdd-pn-st9300605ss&h=361&w=316&tbnid=HkwMfyXdbuNYDM:&zoom=1&docid=-4a5qfWcPF-K7M&ei=CnPCVIfLBoTCmAXJoYKYCQ&tbm=isch&ved=0CA0QMygFMAU4ZA

Bagaimana sih cara kita menghitung pertumbuhan uang kita? Karena banyak yang bingung sebenarnya kita harus mempunyai bayangan terlebih dahulu bahwa kita membutuhkan pertumbuhan akan uang kita dikarenakan ada satu momok yang tidak kelihatan yaitu inflasi.

Inflasi akan menggerogoti kita walaupun uang kita tetap terlihat nominalnya karena secara nilai uang kita menjadi berkurang daya beli nya. Untuk inflasi saya tidak perlu menjelaskan lebih jauh lagi ya, karena saya pikir semuanya sudah memahami hal tersebut atau paling tidak tahu mengenai inflasi.

Hal ini muncul karena awalnya salah satu keluarga saya menanyakan apakah selama trading di saham saya menguntungkan, lalu berapa returnnya? Dan jujur tahun lalu saya bersyukur masih bisa diatas inflasi tetapi masih belum bisa melebihi, hanya saja ketika saya mengatakan bahwa untung saya 9%, salah satu anggota keluarga kaget dan mengatakan bahwa kok bisa, seharusnya trading sendiri lebih menguntungkan ketimbang reksa dana ataupun membeli obligasi pemerintah atau surat utang lainnya.

Dikarenakan saya belum ada kesempatan untuk menjelaskan dan saya mengerti perlu waktu untuk menjelaskannya ditambah salah satu sahabat saya juga menanyakan hal yang sama,  maka mungkin di artikel ini dapat membantu memberikan informasi sebenarnya return itu diukurnya darimana atau paling tidak ukuran saya secara pribadi dalam menentukan imbal-hasil sebagai swing trader atau trader dan hal ini bisa saja berbeda dengan individu lain, mereka tentu punya tolak ukur masing-masing.

Oke kalau anda melihat data yang terlihat, dapat dilihat bahwa pada bulan januari asumsi dimulai dengan dana 10 juta, lalu dengan dana tersebut terdapat hasil selama 1 tahun. Dan seperti yang saya katakan pada awalnya bahwa keuntungan saya hanya kurang lebih 9% karena cara pengukuran saya kurang lebih seperti tabel diatas (saya sebenarnya tidak sering melakukan trading, tabel diatas hanya contoh yang saya sederhanakan).

kinerja investasi biasa

Sehingga sudah jelas bahwa karena pasar tidak selalu bergerak lurus keatas, pasar akan naik turun dan usaha yang dapat saya lakukan adalah mencoba untuk mengurangi posisi resiko saya dan meningkatkan keuntungan saya.

Pertanyaan kedua yang ditanyakan mengenai kalau demikian kenapa tidak langsung berikan kepada manajer investasi atau membeli obligasi pemerintah atau surat utang. Pertanyaan yang bagus yang sayangnya tidak sempat saya jelaskan karena keterbatasan waktu dan alat. Silakan dilihat tabel dibawah :

Depo or Obligasi

Saya memberikan asumsi bunga 12 % karena paling mudah (suku bunga di bagi jumlah bulan = 1 % setiap bulan), perbedaan paling jelas adalah pada bulan-bulan selanjutnya tidak ada tambahan dana sama sekali, kita Cuma mendapatkan kesepakatan dalam bentuk perjanjian bahwa negara / perusahaan akan memberikan 12% dalam setahun, anda bisa memilih dibayar per bulan atau di ambil pada akhir masa deposito atau obligasi (tetapi untuk saat ini kita semua tahu deposito dan obligasi tidak setinggi nilai tersebut dan jangan lupa dipotong pajak penghasilan).

Bagaimana dengan reksa dana? Boleh saja, kalau anda melakukan analisa dan riset terlebih dahulu mana reksa dana yang dapat memberikan imbal hasil yang bagus untuk pertumbuhan uang anda. Akan tetapi anda memberikan kendali uang anda kepada manajer investasi, jadi anda tidak bisa menyalahkan siapa-siapa kalau ternyata imbal hasil yang diharapkan tidak sesuai harapan anda (ingat, kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa depan).

Jadi perbedaannya adalah letak pengelolaannya, kalau anda pandai mengelolanya dalam artian meminimalkan kerugian dan memaksimalkan keuntungan maka tentunya total keuntungan juga bertambah.

Saya mengetahui ada potensi yang luar biasa besar di saham dan saya boleh memilih mengabaikannya dan menyerahkan kepada manajer investasi atau saya belajar bagaimana cara mengelola seperti manajer investasi, keduanya merupakan keputusan pribadi masing-masing individiu. berikut contoh apabila saya mampu mengelola resiko saya dengan meminimalkan serta memaksimalkan keuntungan saya.

Kinerja investasi bagus

Jadi ketika ditanya mengenai imbal hasil, perlu diketahui kita usahakan melihat dari jangka panjang terlebih dahulu sebelum melihat jangka pendek. Sehingga jika ingin misalnya keuntungan 15 % per tahun maka kita sudah tahu bagaimana dan apa yang harus dilakukan ketika kita melihat dalam jangka waktu yang lebih kecil lagi. Berarti paling tidak anda harus untung 1.25 % setiap bulan, atau jika swing selama 3-4 bulan maka paling tidak anda membutuhkan 3.75 – 5 % untuk jangka waktu tersebut.

Jadi paling tidak kita sudah punya bayangan berapa imbal hasil yang anda inginkan. Sering kali jawaban yang muncul dari diskusi adalah inginnya imbal hasil yang setingi-tingginya, hal ini sedikit tidak masuk akal karena pertama tidak jelas tujuannya (tidak spesifik). Kedua jika tujuannya tidak jelas, strategi dan cara juga menjadi tidak jelas juga (tidak dapat diukur).

Apakah boleh menulis imbal hasil 50% setahun? Boleh-boleh saja, sah-sah saja. Asal jangan lupa anda harus memecahnya ke dalam jangka waktu yang pendek. Saya sering juga memberikan kuis atau pertanyaan psikologi mengenai dua dilema, yaitu mana menurut anda yang terbaik menurut anda, apakah return sebesar 20% sebulan atau 20% dalam setahun? Dari jawabannya biasanya sudah dapat menentukan tipe apakah diri anda.

Sekadar tips, selama anda masih berpikir bulanan, mingguan atau bahkan harian. Maka anda kemungkinan besar bisa termasuk dalam tipe spekulasi, tipe spekulasi mempunyai cara yang berbeda dengan tipe investor (sekali lagi ini bukan masalah benar atau salah). Jika anda mengetahui tipe apakah diri anda, maka anda bisa mencari gaya trading yang anda inginkan seperti apa, sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh kebimbangan dalam pengambilan keputusan dalam melakukan transaksi (yang mana kadang masih saya alami juga kok).

Kalau anda sudah tahu apa yang anda butuhkan, coba anda cek kembali apakah pekerjaan atau waktu yang tersedia mampu mengikuti gaya trading yang sudah anda canangkan atau tetapkan. Kalau belum berarti anda harus cek kembali dan harus berani menyesuaikan kembali gaya trading anda (makanya di pasar modal tidak ada yang benar atau salah, hanya berapa uang yang anda hasilkan ketika benar dan berapa uang yang anda keluarkan ketika salah)

Penjelasan diatas juga akan menjurus kepada pertanyaan apakah anda siap atau tidak menjadi full time trader? Apa yang anda butuhkan untuk menjadi trade for living? Ada harga yang harus anda bayar dan mungkin artikel selanjutnya membahas mengenai full time trader.

Semoga bermanfaat.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 2 = 6