g Modal sebagai nafas dalam Trading | Trend Following

June 19, 2019

Welcome to my journey

Modal sebagai nafas dalam Trading | Seri Literasi Keuangan

Money

Sebagai lanjutan artikel sebelumnya mengenai trading for living, untuk penjelasan lebih mendetail mengenai poin no 2 mengenai sumber dana akan dijelaskan disini. Ya benar para pembaca, modal ibarat nafas dalam tubuh manusia. Tanpa nafas tentunya sebagai manusia kita tidak akan hidup, okay jadi modal seperti artikel pertama tadi membahas diperoleh darimana? Dari pekerjaan, usaha sendiri atau tabungan.

Maka untuk artikel kali ini pertanyaannya berapa sih sebenarnya modal yang diperlukan supaya bisa memulai full time trader. Untuk menjawabnya mari kita lihat data terlebih dahulu, untuk mau menjadi full time trader anda harus hitung terlebih dahulu biaya hidup (ingat ini biaya bukan penghasilan). Di kota besar seperti Jakarta rata-rata biaya hidup per keluarga sekitar 7.5 juta per bulan (hasil badan pusat data statistik). 

“Perhatian sebelum membaca lebih lanjut, artikel ini mungkin kurang cocok untuk pemula yang ingin memulai di saham, akan lebih baik membaca atau mencari informasi terlebih dahulu mengenai dasar-dasar untuk berinvestasi di saham, namun bagi yang ingin mengetahui komposisi dalam sebuah portofolio maka silakan diteruskan untuk terus membaca walaupun penjelasan pada tabel mungkin tidak ada.”

Menurut saya pribadi kemungkinan besar lebih dari itu, mari kita coba hitungan sederhana untuk mencoba apakah memang demikian. Ini juga hasil tanya-tanya (jika ada yang tidak sesuai, silakan buat sendiri dalam excel untuk mengetahui rincian biaya hidup anda) dan perhatkan hitungan bahwa biaya hidup itu ada pos-pos nya. Jadi menurut gambar dibawah sebenarnya kisarannya antara 10-25 juta per bulan dengan catatan ada tanggungan seperti cicilan (saya sengaja tidak mencantumkan cicilan kartu kredit karena biasanya penggunaannya untuk belanja, makan, pos-posnya sudah ada).

peneluaran versi keluarga Pengeluaran versi Lajang

Tentunya dengan mengetahui faktor-faktor tersebut maka sekarang anda sudah bisa menghitung per tahun anda membutukan sekitar 120 – 300 juta untuk dapat membiayai hidup anda. Apakah bisa kurang? Bisa saja, apakah bisa lebih? Tentu saja, semua tergantung bagaimana anda mengatur biaya dan gaya hidup anda (kita belum membahas ini karena akan dibahas di artikel merencanakan keuangan-belum terbit).

biaya hidup tahunan

Oke kembali ke topik utama modal kita untuk trading. Seperti yang sudah pernah saya katakan di artikel sebelumnya, kalau posisi dan cara trading anda sudah sangat yakin bisa mendapatkan keuntungan 20 % di pasar saham, maka untuk dapat memenuhi kebutuhan biaya hidup terendah yaitu 120 juta maka dibutuhkan modal sekitar Rp. 600,000,000.- (Enam Ratus Juta Rupiah). Untuk hanya sekadar menutupi biaya hidup standar lajang.

biaya hidup

Namun, iya ada tapinya nih. Hal itu dicapai dalam hitungan pertahun, padahal biaya hidup anda sebetulnya per bulan. Jadi anda harus berhati-hati di sini, apakah anda betul-betul yakin dalam sebulan anda mendapatkan return 1.67 % (20% dibagi 12 bulan)? Atau mungkin lebih? Dan apakah seluruh modal anda digunakan saham tersebut? Ataukah sebagian? Kan tidak seluruh modal langsung dibelikan hanya 1 jenis saham? Bagaimana kalau ada 5 saham? Kan tidak semuanya bisa langsung untung, disini anda harus benar-benar menghitung potensi maupun resiko yang ada.

Dibawah ini ilustrasi apa yang kira-kira dapat terjadi dalam sebuah portofolio anda. Mungkin dapat memberikan sebuah bayangan bagaimana sebuah manajemen portofolio, coba anda perhatikan di kolom gain, untuk mendapatkan keuntungan 1.80% anda harus berjuang mendapatkan hasil yang bagus di beberapa saham atau salah satu saham dengan keuntungan besar sekaligus (sering disebut tenbagger).

saham biasa

jika bisa mendapatkan tenbagger maka ilustrasinya seperti dibawah ini.

saham tenbagger

Coba lihat ilustrasi berikutnya apabila ternyata 2 dari 5 saham tersebut rugi, bagaimana dampaknya terhadap portofolio anda. Dengan menggunakan ilustrasi ini maka anda dapat melihat secara mendalam apakah perencanan portofolio anda benar-benar telah dilakukan.

saham paspasan

kalau kebetulan semua saham turun, silakan dilihat ilustrasi dibawah ini.saham turun

Lalu kemudian kita cek lagi, bagaimana kalau misalnya ternyata semua saham tersebut tidak sesuai apa yang kita harapkan, analisa kita salah. Apa yang harus kita lakukan? Apakah harus cutloss? Atau bagaimana? Berapa tingkat resiko yang berani anda ambil karena anda tetap harus mempunyai rencana ketika hasil tidak sesuai dengan apa yang anda rencanakan.

Demikian sedikit pembahasan teknis mengenai berapa modal yang dibutuhkan dan komposisi untuk memulai menjadi full time trader, semoga anda tetap semangat dan jadikan sebagai informasi tambahan apabila tetap berminat menjadi full time trader.

Semoga bermanfaat.

Disclaimer

Segala tulisan yang ada di atas ini merupakan hasil riset pribadi dan tidak dimaksudkan sebagai suatu anjuran atau saran untuk membeli atau menjual suatu instrumen investasi (saham, forex, dll). Investor (pemilik investasi) maupun trader harus menyadari resiko tindakannya. Segala keputusan dalam membeli atau menjual suatu instrumen investasi memiliki resiko yang harus dipahami sebelum pengambilan keputusan.
Penulis tidak bertanggung jawab terhadap kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang yang timbul dari tindakan membeli atau menjual instrumen investasi. Rencanakan investasi/trading anda dengan baik dan dengan kesadaran penuh serta Tanggung Jawab pribadi. Keputusan anda adalah tanggung jawab anda sendiri.
Semua isi dari blog ini baik berupa tulisan, data, suara, kata – kata, text, kalimat, grafik, chart, percakapan, bukan merupakan suatu ajakan untuk membeli atau menjual suatu instrumen investasi. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.

About The Author

Related posts

1 Comment

  1. Pembelajar

    Sekali lagi ditampar mengenai money management yang baik…
    Selama ini saya salah kaprah oleh karenanya bukan profit yang saya dapat melainkan malah mengurai investasi keuangan saya… saya dibuka matanya. selama ini hanya menganggap seperti permainan jual beli saja namun semakin kemari semakin merasakan betapa besar sudah nyangkut di berbagai saham yang tidak jelas. Membaca artikel ini semakin membuat pikiran saya terbuka. TNx tulisannya Mr. Hendy.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 6 = 4