g What i have been through 2016 – Personal | Trend Following

January 18, 2019

Welcome to my journey

What i have been through 2016 – Personal

3d Jahreswechsel von 2016 auf 2017

Untuk aspek pengembangan diri, saya mendapatkan kesempatan untuk belajar dari seorang full time trader. Walaupun sebenarnya keadaan cukup sulit karena kami saling menyesuaikan kondisi dan keadaan, akan tetapi pengalaman ini merupakan pengalaman yang saya butuhkan dan perlukan terlebih dalam kondisi untuk bisa lebih memahami lebih dalam dan lebih komprehnsif mengenai pasar, alat ujinya, serta indikator-indikator. Tetapi yang terpenting adalah pemahaman kita sendiri sebagai seorang trader.

Mengapa saya katakan demikian? Karena mungkin sejak dulu saya berpikir bahwa ada cara cepat dan cara praktis untuk mengenal pasar (saham, komoditas, future dan sebagainya). Di kondisi lingkungan kita sebenarnya tercetus bahwa di luar hanya ada satu sistem, satu cara untuk semua kondisi pasar, Yang berlaku untuk semua kondisi di luar.

Pemahaman yang diberikan oleh mentor saya tersebut membuat saya lebih memahami diri saya terlebih dahulu baru kemudian pasar. Memahami diri saya membantu saya untuk melihat pasar sebagaimana adanya, kemudian setelah itu mentor saya juga membantu dalam mencoba menyelami apa yang terjadi di pasar, terkadang ada beberapa hal yang sudah saya pahami tetapi ternyata belum mendalam sehingga melalui pemahaman beliau saya mendapatkan kesempatan untuk belajar.

Supaya tidak ada yang bingung atas apa yang saya bicarakan berikut saya berikan sedikit sharing mengenai apa yang sudah saya lalui.

Memahami bahwa pasar itu bergerak sesuai keinginan pasar bukan kita.

Maksudnya adalah bahwa pasar ini ada banyak jenis pelaku pasar yang berada di sana, seperti pasar tradisional pada umumnya yang menjual banyak sekali keragaman produk maupun jasa. Keragaman ini juga ada di pasar keuangan oleh karena itu pasar bergerak bukan karena ekspektasi para retail seperti kita, sebagai contoh saya membeli/menjual saham X atau berada di posisi long/short atas suatu mata uang atau komditas tertentu bukan karena dia akan naik, bukan juga karena sinyal mengatakan demikian.

Urusan ada korporasi atau ada tindakan tertentu dari suatu Negara atau aksi dari institusi itu urusan mereka tetapi bukan sebagai alasan kita membeli / menjual atau berada pada posisi tertentu.

Memahami diri sendiri terlebih dahulu jauh lebih penting.

Memahami siapa diri kita itu jauh lebih penting sebelum mengenal pasar, walaupun sebenarnya hal ini saya juga temukan bahwa pada realitanya kita juga bisa menemui orang-orang di pasar siapa mereka sebenarnya ketika mereka sedang trading, jadi cerminan hasil trading atau proses mereka dapat dilihat pada cerminan portofolio mereka atau dari polah mereka ketika mereka sedang melakukan trading.

Kenapa ini lebih penting? Karena yang saya alami adalah sering kali arah atau analisa saya benar tetapi manajemen resiko saya serta kondisi saya membuat saya tidak bisa menangkap peluang tersebut, dalam arti terkadang saya tidak masuk ke posisi tersebut atau terkadang malah sudah terkeluar akibat kesalahan pengelolaan uang.

Dan celakanya adalah ketika kita belajar urusan manajemen resiko ini, kebanyakan trainer atau pelaku menceritakan dari sisi pengalaman trading mereka padahal pengalaman trading mereka belum tentu sama dengan si individu tersebut. Jadinya alhasil adalah entah cocok atau bisa jadi belum tentu cocok dengan gaya trading mereka. Pada awalnya dulu saya tidak bisa terima kondisi seperti ini, maksudnya begini saya pikir dulu ada tipe atau gaya trading yang baku untuk jenis market tertentu, misalnya nih kalau di pasar komoditas yang berlaku indikator moving average maka saya hanya gunakan itu saja.

Akan tetapi setelah menjalani beberapa tahun (jujur kalau forex / komoditas atau future saya hanya baru beberapa tahun saja), saya memahami bahwa semua market sebenarnya ya sama saja hanya perlu beberapa penyesuaian saja (itulah pentingnya perlunya memahami market terlebih dahulu, entah anda mau memulai dari mana). Lebih baik luangkan waktu terlebih dahulu untuk belajar pasar ketimbang sudah terjun baru belajar, karena ongkosnya jauh lebih mahal sebenarnya ketimbang anda belajar terlebih dahulu.

Kendalanya Cuma satu karena belajar tidak kelihatan duitnya sedangkan kalau langsung terjun bisa terlihat duitnya apalagi kalau di samping kiri dan kanan ternyata teman-teman kita menghasilkan duit dan itu tentunya akan memancing diri kita untuk mau terjun mencoba langsung tanpa dibekali apapun atau mungkin saja sedikit informasi.

Selanjutnya pada aspek pengembangan diri lainnya adalah terbitnya buku inspirasi trader dan analisa teknikal dan salah satu dream yang pernah saya tulis 2-4 tahun yang lalu adalah mengenai menulis buku dan menerbitkannya di salah satu toko buku terbesar di Indonesia. Kemudian setelah itu saya pasrah, awal-awalnya saya masih memikirkannya akan tetapi dikarenakan banyaknya faktor dan variable akhirnya saya pasrahkan, hingga 2 tahun yang lalu dimana saya mencari mentor untuk menulis buku walaupun akhirnya kandas karena saya masih sibuk dengan aktifitas lainnya.

Hingga akhirnya sampai adanya ajakan dari pak Hendrik RH untuk mencoba menulis tandem dengan beliau. Saya pun ceritakan bahwa saya belum punya cukup waktu untuk menulis cukup banyak dan itu terbantu karena kami saling melengkapi khusus untuk bagian buku tersebut dimana saya bercerita mengenai tingkah laku yang saya alami selama saya berkecimpung di pasar modal.

Padahal sebenarnya cikal bakalnya itu hanya menulis di blog saja dan orang-orang dapat langsung  membacanya secara daring. Dulu saya hanya menulis hal-hal yang menarik tetapi semakin lama semakin mengerucut ke soal trading (walaupun sudah ada yang meminta membahas secara umum) padahal menulis ini bagian yang mengasyikkan bagi saya karena saya dapat menuangkan ide-ide, pikiran-pikiran yang terkadang belum bisa tersampaikan akibat dari keterbatasan waktu.

Kalau dipikir-pikir mengapa saya harus bersusah payah menulis ini sebenarnya bukan tanpa sebab juga, sebab pertama adalah terkadang kalau bertemu dengan orang baru dan kemudian karena baru bertemu tentunya mereka harus mengenal terlebih dahulu, mengenal dengan saling berbicara untuk mengenal. Karena saya terkadang belum bisa menyesuaikan waktu untuk berdiskusi, salah satu yang bisa saya bagikan adalah melalui blog, sehingga mereka bisa membaca apa yang saya ingin sampaikan dan apa yang saya alami.

Sebab kedua adalah menyampaikan ide yang terkadang butuh waktu untuk menjelaskan. Seperti contoh mengenai membuat trading plan atau membagi pengalaman ketika saya rugi di saham tertentu, menjelaskan butuh waktu dan terkadang orang seringkali hanya bertanya, ini kenapa turun atau itu kenapa naik. Jadi penyampaiannya ini bisa dituangkan secara jelas juga dalam bentuk tulisan apalagi tahun-tahun ini cukup panas karena salah bicara sedikit orang bisa dikenakan pasal.

Ada 2 buku yang masih saya baca berulang-ulang yaitu trading for living (Dr. Alexander Elder)

elder

dan Trading Psychology 2.0 (Brett N. Steenbarger)

trade

Akhir kata tahun ini penuh lika liku yang luar biasa dalam pengembangan diri saya tetapi banyaknya pengalaman positif yang saya alami tahun ini membuat saya terus menerus belajar dan mengembangkan diri.

Semoga terinspirasi.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 4 = 2